Apa saja yang perlu disiapkan dalam pendaftaran Beasiswa Keolahragaan 2026? Yuk simak di sini! Namun, sebelumnya, yuk cari tahu dulu apa itu Beasiswa Keolahragaan!
Apa Itu Beasiswa Keolahragaan?
Melansir dari akun Instagram @kemenpora, Beasiswa Keolahragaan merupakan program hasil kolaborasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang ditujukan untuk Warga Negara Indonesia khususnya olahragawan, mantan olahragawan, dan tenaga keolahragaan. Keberadaan beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia demi mendukung pengembangan ekosistem olahraga di Indonesia.Dokumen untuk Mendaftar Beasiswa Keolahragaan 2026
Melansir dari laman LPDP, berikut dokumen yang harus disiapkan:Dokumen Umum (Wajib):
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Ijazah S1/D4/S2 (asli atau legalisir) atau Surat Keterangan Lulus
- Transkrip nilai
- Dokumen penyetaraan ijazah dari Kemendiktisaintek/Kementerian Agama (bagi lulusan perguruan tinggi luar negeri)
- Letter of Acceptance (LoA) Unconditional yang sesuai ketentuan LPDP (jika ada)
- Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen
Khusus Tenaga Keolahragaan:
- Surat penugasan sebagai tenaga keolahragaan dua tahun terakhir
- Sertifikat/Lisensi Keahlian
- Surat pengantar beasiswa dari pimpinan instansi
- Surat rekomendasi dari Kemenpora melalui SITENOR
Khusus Atlet dan Mantan Atlet:
- Surat keterangan prestasi
- Bukti prestasi berupa foto medali atau dokumen sertifikat
- Surat pengantar dari organisasi olahraga
Persyaratan Umum Beasiswa Keolahragaan 2026
Berikut persyaratan umum yang harus dipenuhi:- Warga Negara Indonesia
- Telah menyelesaikan studi S1/D4 untuk beasiswa magister atau S2 untuk beasiswa doktor
- Tidak dipersyaratkan nilai minimal IPK (khusus Jalur Penghargaan Prestasi)
- Tidak dipersyaratkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris (khusus Jalur Penghargaan Prestasi)
- Memilih perguruan tinggi dan program studi sesuai ketentuan LPDP
- Bagi CPNS/PNS/TNI/POLRI wajib melampirkan surat usulan dari pejabat yang berwenang
Persyaratan Khusus Beasiswa Keolahragaan 2026
Jalur Penghargaan Prestasi:
- Pernah meraih prestasi di bidang keolahragaan tingkat internasional
- Usia maksimal 45 tahun untuk magister, 50 tahun untuk doktor (per 31 Desember tahun pendaftaran)
- Mengunggah surat rekomendasi dari Kemenpora keluaran SITENOR
Jalur Peningkatan Prestasi:
- WNI yang bergerak di bidang keolahragaan
- Usia maksimal 40 tahun untuk magister, 45 tahun untuk doktor (per 31 Desember tahun pendaftaran)
- Memiliki prestasi minimal tingkat nasional (untuk atlet)
Timeline Beasiswa Keolahragaan 2026
Melansir dari laman LPDP, berikut jadwal penting yang perlu dicatat:- 2 Januari - 5 Februari 2026: Pendaftaran akun SITENOR dan pembaruan data
- 26 Januari - 6 Februari 2026: Pengajuan rekomendasi beasiswa kepada Kemenpora
- 9 Februari 2026: Pengumuman hasil rekomendasi oleh Kemenpora
Cara Mendaftar Beasiswa Bidang Keolahragaan
- Mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
- Mendaftar secara online pada situs Pendaftaran Beasiswa LPDP:
- https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id/ pada saat program telah dibuka.
- Melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang dipersyaratkan
- pada aplikasi pendaftaran.
- Pastikan melakukan submit aplikasi pendaftaran untuk mendapatkan
- kode registrasi/pendaftaran.
Tahapan dan jadwal Seleksi Beasiswa Bidang Keolahragaan
- Mendapatkan rekomendasi dari Kemenpora
- Seleksi Administrasi (oleh LPDP)
- Seleksi Bakat Skolastik (oleh LPDP)
- Seleksi Substansi (oleh LPDP)
Peningkatan Prestasi dengan LoA Unconditional yang sesuai dengan
ketentuan LPDP dan/atau Jalur penghargaan prestasi dapat melanjutkan ke
tahap Seleksi Substansi tanpa mengikuti Seleksi Bakat Skolastik
Komponen Biaya Beasiswa Bidang Keolahragaan
Komponen Biaya Beasiswa yang diberikan baik untuk Tenaga Keolahragaanmaupun Olahragawan / Mantan Olahragawan, yaitu:
Dana Pendidikan:
- Dana Pendaftaran
- Dana SPP/Tuition Fee/Uang Kuliah Tunggal
- Dana Tunjangan Buku
- Dana Penelitian Tesis/Disertasi
- Dana Seminar Internasional
- Dana Publikasi Jurnal Internasional
Dana Pendukung:
- Dana Transportasi
- Dana Aplikasi Visa/ Residence Permit
- Dana Asuransi Kesehatan
- Dana Kedatangan
- Dana Hidup Bulanan
- Dana Tunjangan keluarga (khusus Doktor)
- Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)
- Dana Pengayaan Bahasa (Khusus jalur penghargaan prestasi)
Baca Juga :
Pemerintah Prioritaskan Beasiswa LPDP untuk STEM, Bukan Soal Persaingan Disiplin Ilmu dengan Soshum
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News