Selain mengonsumsi produk dengan gizi yang tepat, kesadaran gizi juga perlu diterapkan.  (Foto: Pexels)
Selain mengonsumsi produk dengan gizi yang tepat, kesadaran gizi juga perlu diterapkan. (Foto: Pexels)

Tips Mengatasi Masalah Kekurangan Gizi

Rona gizi
Sunnaholomi Halakrispen • 04 September 2019 07:00
Jakarta: Salah satu masalah kesehatan di Indonesia ialah malnutrisi. Bahkan, prevalensi gizi kurang di Indonesia saat ini mencapai angka 17,7 persen berdasarkan data Riskesdas 2018.
 
"Masalah gizi bisa terjadi pada semua siklus hidup manusia dalan suatu keluarga. Biasanya, masalah ini ditemukan pada anak usia sekolah, remaja, ibu hamil, dan lansia," ujar Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, di Hallf Patiunus, Jakarta Selatan.
 
Apabila permasalahan gizi terus dibiarkan, berisiko memengaruhi kualitas generasi bangsa. Demikian mengatasi hal tersebut harus diupayakan cara dalam lebih memerhatikan kualitas makanan dan minuman yang memiliki gizi cukup bagi tubuh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain mengonsumsi produk dengan gizi yang tepat, kesadaran gizi juga perlu diterapkan. Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Asia (Federation of Asian Nutrition Societies - FANS) itu menyatakan, edukasi diperlukan untuk membantu mengatasi masalah gizi.
 
"Sebagai bagian dari inisiatif #IndonesiaSIAP, Frisian Flag Indonesia dan PERGIZI Pangan Indonesia berupaya meningkatkan kesadaran gizi masyarakat melalui kegiatan edukasi dan literasi gizi, serta penerapan gaya hidup aktif dan sehat yang melibatkan 15000 keluarga Indonesia," papar Prof. Hardinsyah.
 
Namun, tidak hanya upaya kemitraan antara pihak pemerintah, swasta, dan organisasi profesi. Keterlibatan masyarakat juga diharapkan turut ada dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang permasalahan gizi terkini.
 
Termasuk berbagai upaya solusinya, untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Sebab, kata Prof. Hardinsyah, diharapkan dengan gizi yang baik saat remaja, dapat mempersiapkan kehamilan. Kemudian, selama kehamilan turut mencegah permasalahan gizi pada generasi selanjutnya.
 
Salah satu upaya, bisa dengan mengonsumsi susu untuk memenuhi keseimbangan gizi tubuh. Susu yang mengandung zat besi, zink, asam folat, berprotein, dan bervitamin, diyakini dapat sesuai dengan kebutuhan keluarga dan berperan membantu pemerintah menekan angka malnutrisi di Indonesia.
 
"Penambahan kalsium, zink, magnesium, zat besi, vitamin A, C, D, B12 pada susu yang mengandung protein kolagen dan zat gizi lainnya, dimaksudkan untuk turut mencegah defisiensi masalah gizi tersebut, guna mendukung tumbuh kembang tulang optimal yang menjadi modal untuk pertumbuhan tinggi badan yang normal bagi anak usia sekolah dan remaja," tutur dia.
 
Sementara itu, Marketing Director Consumer Dairy Frisian Flag Indonesia, Felicia Julian, menyatakan bahwa penambahan asam folat, zat besi, B kompleks, dan zat gizi mikro lain memiliki manfaat penting untuk membentuk energi dan mendukung proses metabolisme tubuh.
 
"Selain itu, protein dalam Frisian Flag kompleta berperan sebagai sumber gizi makro yang mendukung perkembangan dan pertumbuhan tubuh. Susu bubuk ini juga dilengkapi dengan asam folat yang berfungsi membentuk sel darah merah, serta membangun sel-sel dalam tubuh," akui Felicia.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif