Mengapa Anda Merasa Marah pada Bayi Sendiri?

Raka Lestari 11 Juni 2018 12:50 WIB
keluargapsikologi
Mengapa Anda Merasa Marah pada Bayi Sendiri?
Terapis keluarga Heidi McBain mengatakan menjadi orang tua adalah transisi kehidupan yang besar. (Foto: Liv Bruce/Unsplash.com)
Jakarta: Menjadi orang tua baru biasanya disertai dengan berbagai macam emosi yang sangat kuat. Perasaan cinta, bahagia, sampai rasa syukur.

Namun seiring dengan perasaan bahagia yang ditimbulkan, kebanyakan orang tua baru juga mengalami rentang emosi yang lebih gelap seperti ketakutan dan kecemasan.

Dan salah satu yang mungkin paling umum terjadi pada orang tua baru adalah rasa marah terhadap bayi mereka sendiri.


Terapis perkawinan dan keluarga Mallika Bush mengatakan kepada Romper bahwa, "Perasaan marah pada ibu baru jauh lebih umum daripada yang disadari kebanyakan orang. Masa transisi menjadi ibu adalah sesuatu yang biasa terjadi dan belum banyak masyarakat yang diberikan pengetahuan cukup tentang bagaimana menjadi ibu."

Untuk ibu dan ayah, terapis keluarga Heidi McBain mengatakan, "Menjadi orang tua adalah transisi kehidupan yang besar yang dapat memunculkan perasaan duka dan kehilangan. Orang-orang terkejut dengan apa yang tidak biasa mereka rasakan, atau menganggap bahwa mereka akan selalu dipenuhi dengan rasa sukacita dan kebahagiaan."


(Menjadi orang tua baru biasanya disertai dengan berbagai macam emosi yang sangat kuat. Perasaan cinta, bahagia, sampai rasa syukur. Foto: Derek Thomson/Unsplash.com)

(Baca juga: Tips Menjadi Orangtua yang Lebih Sabar di 2018)

Jadi, apa yang bisa kita lakukan dengan kemarahan yang disebabkan bayi kita? Bush menyarankan untuk mulai membicarakannya dengan orang yang Anda percayai, entah itu terapis, pasangan, atau teman. 

"Bercerita mengenai pengalaman yang tidak menyenangkan kepada seseorang dapat membantu meringankan rasa tidak percaya diri dan malu yang sering datang dengan perasaan marah," katanya.

Hal yang penting diingat saat Anda merasa marah adalah dengan melakukan istirahat. Biarkan bayi Anda ditangani oleh orang lain untuk sementara waktu, atau tinggalkan dia di tempat tidur yang aman selama beberapa menit sambil Anda menjernihkan pikiran Anda.

Kemarahan adalah sesuatu yang normal dan menemukan tempat untuk bercerita, namun tetap bayi Anda merupakan prioritas Anda.





(TIN)