Berikut ini jenis hepatitis menurut Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Berikut ini jenis hepatitis menurut Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Apakah Pandemi Covid-19 Meningkatkan Kasus Hepatitis?

Rona kesehatan
Kumara Anggita • 29 Juli 2020 13:52
Jakarta: Pandemi covid-19 telah memengaruhi segala kegiatan sehari-hari. Hal ini juga membuat orang menjadi lebih berhati-hati untuk keluar rumah, termasuk mengunjungi fasilitas kesehatan. Bisa jadi hal ini jadi bikin seseorang menunda vaksinnya sampai waktu yang tak ditentukan.
 
Kira-kira apakah pandemi ini juga mampu meningkatkan kasus hepatitis atau tidak, mengingat ada jenis hepatitis yang membutuhkan vaksin untuk tindakan pencegahan.
 
Dr. dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH, FINASIM dari Perhimpunan Peneliti Hati Indoenesia menjelaskan bahwa Anda perlu mengetahui dulu bahwa hepatitis ada banyak jenisnya.

Hepatitis virus terdiri dari:

- Hepatitis A
- Hepatitis B 
- Hepatitis C 
- Hepatitis D 
- Hepatitis E

Berdasarkan cara penularan, ada dua kelompok virus hepatitis antara lain:

Virus yang ditularkan secara fekal – oral
–Virus Hepatitis A
–Virus Hepatitis E

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Virus yang ditularkan secara parenteral
–Virus Hepatitis B
–Virus Hepatitis C
–Virus Hepatitis D

Hepatitis A

Menurutnya, Hepatitis A kebanyakan tertular dari makanan. “Dengan WFH, saya memperkirakan justru orang makan di rumah. Jadi lebih bersih sehingga Hepatitis A mungkin turun,” ujarnya dalam Temu Media Hari Hepatitis Sedunia oleh Kemenkes.

Hepatitis B

Sementara penularan hepatitis B bisa dengan cara horizontal atau vertikal, namun lebih banyak vertikal. Vertikal di sini misalnya hepatitis tertlar dari  ibu ke bayi. 
 
“Cara menghambat transmisi vertikal adalah dengan memberikan vaksinasi pada bayi. Timbul pertanyaan ‘apakah vaksinasi terganggu karena pandemi?’ secara teoritis saya dapatkan pasien-pasien jadi takut datang ke rumah sakit,” ungkapnya.
 
“Tapi saya pikir dampak itu tidak terlalu besar pada ibu hamil karena ibu hamil pasti melahirkan ke rumah sakit. Jadi kalau seperti itu dan tenaga medis disiplin memberikan vaksin pada 12 jam-24 jam pertama, harusnya hepatitis B bisa dicegah,” paparnya.

Hepatitis C

Hepatitis C tidak ada vaksin dan transmisinya horizontal. “Horizontal misalnya penggunaan narkotika (jarum berganti-gantian) atau suami istri menularkan lewat hubungan seksual,” ujarnya.
 
“Banyak pasien saya mendapat penularan dari jarum suntik karena pakai narkoba. Saya tidak tahu pandemi ini buat narkoba berkurang atau tidak. Saya tak punya data,” ujarnya. Intinya selama jarum masih digunakan bergantian maka risiko tertular akan besar. 
 

(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif