Kenali Tanda Depresi Pasca Melahirkan yang Jarang Disadari

Raka Lestari 13 Juni 2018 14:40 WIB
depresi
Kenali Tanda Depresi Pasca Melahirkan yang Jarang Disadari
(Foto: Shutterstock)
Jakarta: Lebih dari sekadar baby blues, depresi pascamelahirkan atau postpartum depression adalah kondisi serius yang mempengaruhi satu dari sembilan wanita di dunia, menurut data U.S. Centers for Disease Control and Prevention. 

Lebih parah lagi, gejala dari postpartum depression kebanyakan tidak disadari. Untuk itu, perlu sekali untuk memperhatikan tanda-tanda perubahan pada diri Anda terutama setelah melahirkan. 

Dikutip dari Reader's Digest, berikut gejala postpartum depression yang mungkin saja tidak Anda sadari.


1. Cemas

Ketika seorang ibu baru terlalu khawatir secara berlebihan mengenai kesehatan anaknya, itu bisa menjadi salah satu pertanda gejala postpartum depression. Psikolog Lindsay Henderson, PsyD mendorong para ibu baru untuk memperhatikan kecemasan sebagai salah satu gejala depresi pascamelahirkan.

2. Mudah tersinggung

Kurang tidur dan bertambahnya tanggung jawab yang harus diselesaikan terkadang membuat para ibu baru menjadi lebih mudah tersinggung. Namun, jika Anda merasa mudah tersinggung untuk hal sepele, ada baiknya Anda periksa ke dokter segera mungkin. 

3. Sulit membuat keputusan

Jika sulit berkonsentrasi atau membuat keputusan-keputusan kecil dapat membuat seseorang merasa terbebani, depresi pascamelahirkan mungkin bisa menjadi penyebabnya. 

4. Tidur bermasalah

Pola tidur orang tua baru sudah pasti akan berubah dengan adanya kehadiran bayi. Namun, jika seorang wanita mengalami kesulitan tidur meskipun pada waktu luang, dapat menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang salah.

5. Tidak yakin bisa menjadi ibu yang baik 

Setiap ibu pasti memiliki keraguan apakah ia bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya atau tidak. Itu merupakan hal yang normal terjadi. Tetapi jika perasaan itu terus berlanjut, mungkin itu pertanda bahwa ada sesuatu yang salah. 

"Lingkungan yang baik bagi orang tua baru, seperti pertemanan, gereja, atau komunitas-komunitas yang dapat menawarkan dukungan, pendidikan, atau koneksi sosial dapat membantu orang tua baru untuk mengatasi depresi pascamelahirkan." kata Dr Henderson.





(DEV)