Peneliti Ungkap Pemicu Nyeri Haid
Studi menemukan bahwa gejala PMS berhubungan dengan peningkatan kadar hs-CRP, penanda peradangan. (Foto: Issam Hammoudi/Unsplash.com)
Jakarta: Para ilmuwan akhirnya menemukan mengapa periode haid kebanyakan wanita sangat menyakitkan setiap bulannya. Penelitian mengatakan Premenstrual Syndrome (PMS) disebabkan oleh peradangan akut yang dipicu oleh biomarker yang disebut protein C-reaktif (CRP).

Kondisi ini menunjukkan bahwa cara terbaik untuk melawan gejala PMS, salah satunya dengan menggunakan obat anti peradangan tertentu.

Penelitian melakukan survei terhadap 3.302 wanita dan menemukan keberadaan CRP berkaitan dengan gejala PMS. Dalam penelitian sebelumnya, CPR berkaitan dengan serangan jantung karena adanya peradangan.

(Baca juga: Yoga Efektif Kurangi Gejala PMS)


(Para ilmuwan akhirnya menemukan mengapa periode haid kebanyakan wanita sangat menyakitkan setiap bulannya. Penelitian mengatakan Premenstrual Syndrome (PMS) disebabkan oleh peradangan akut yang dipicu oleh biomarker yang disebut protein C-reaktif (CRP). Foto: Alexandra Gorn/Unsplash.com)

Studi menemukan bahwa gejala PMS seperti perubahan suasana hati, kram perut, nyeri punggung, nafsu makan meningkat, mengidam makanan, sakit kepala, secara signifikan berhubungan dengan peningkatan kadar hs-CRP, penanda peradangan.

Peneliti pun merekomendasikan wanita untuk menghindari kebiasaan yang terkait dengan peradangan untuk membantu mencegah datangnya nyeri dan perbanyak agen anti-peradangan mungkin berguna untuk mengobati gejala PMS.

Pada intinya, mayoritas wanita mengalami beberapa gejala PMS. Mengenali dasar peradangan saat PMS dapat membantu Anda mengobati dan mencegah nyeri atau kram perut yang parah ketika haid.



(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id