Konferensi pers persiapan operasi bayi kembar siam Ardi-Ardan di Ruang Sidang Lantai IV Gedung Utama RSAB Harapan Kita, Slipi Jakarta. (Foto: Kumara/Medcom.id)
Konferensi pers persiapan operasi bayi kembar siam Ardi-Ardan di Ruang Sidang Lantai IV Gedung Utama RSAB Harapan Kita, Slipi Jakarta. (Foto: Kumara/Medcom.id)

Penanganan Operasi Pemisahan Kembar Siam Ardi dan Ardan

Rona kembar siam
Kumara Anggita • 04 November 2019 16:03
Jakarta: Indonesia adalah salah satu negara prevelansi bayi dengan kelainan bawaan cukup tinggi. Menurut Global Report on Birth Defect yang dirilis oleh March of Dimes Birth Defects Foundation (2006), prevelansi bayi dengan kelainan bawaan di Indonesia adalah 59,3 per 1000 kelahiran hidup.
 
Baru-baru ini media sosial digemparkan dengan kasus Ardi dan Ardan yang mengalami kembar siam dempet perut dan sebagian dada bagian bawah (Thoraco Omphalopagus). Mereka memiliki kelainan berupa hati yang menyatu di bagian tengahnya.
 
Kasus ini akan ditangani oleh RSAB Harapan Kita yang sebelumnya sudah menangani beberapa kasus kembar siam. Di antaranya kembar siam Omphalopagus (dempet perut) pada 1981, Thorac omphalopagus (dempet perut dan sebagian tulang dada pada 2016, Craniopagus (dempet kepala) pada 2017.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menangani kasus Ardi dan Ardan harus melibatkan berbagai dokter spesialis. Antara lain Spesialis Bedah Anak, Spesialis Bedah Thorax Kardio Vaskular, Spesialis Bedah Plastik, Spesialis Anastesi, Spesialis Anak, Spesialis Radiologi, Spesialis Patologi Klinik, Spesialis Rehabilitasi Medik.
 
Tak hanya itu, RSAB Harapan Kita juga dibantu oleh beberapa tenaga medis spesialis dari rumah sakit luar, antara lain Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Pusat Kanker Nasional Dharmais, RSPAD Gatot Subroto, dan RSUPN Cipto Mangunkusumo.
 
Persiapan Ardi dan Ardan sudah dilakukan dari tiga bulan lalu. Mulai dari pemeriksaan hingga diskusi kasus yang melibatkan seluruh tim medis.
 
“Ardi dan Ardan belum di rumah sakit ini. Rencana rawat tanggal 12 November. Selama ini kalau kita rawat di rumah sakit terus infeksi di rumah sakit lebih tinggi daripada di rumah. Lebih enak di rumah," ujar Ketua Tim Medis, Dokter Spesialis Bedah Anak, Alexandra pada wartawan di RSAB Harapan Kita, Senin, 4 November 2019.
 
"Waktu itu kita pulangkan di umur satu bulan. Ibunya sudah kita kasih tahu bagaimana cara merawat. Imunisasi tetap datang. Kontrol kesini, kita lihat perutnya,” tambahnya.
 
Operasi akan dilakukan pada Sabtu, 16 November 2019 dengan perkiraan waktu 16 jam. Sebanyak 30 dokter akan terlibat dalam proses operasi dan perawatan pra serta pasca operasi.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif