Jakarta: Orang sering menganggap sepele sebuah mimpi. Padahal, mimpi memiliki manfaat yang penting untuk kesehatan mental. Melansir dari Webmd, Penelitian saat ini mempercayai, mimpi dapat membantu memproses emosi dan memperkuat ingatan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Terdapat berbagai manfaat yang diberikan dari sebuah mimpi. Seorang profesor emeritus psikologi di Universitas Rush Chicago, Rosalind Cartwright, PhD menyatakan bahwa mimpi mampu mengatasi tekanan hidup yang besar.
"Manfaat mimpi hampir sama dengan memiliki terapis internal. Hal ini karena Anda mengasosiakan (melalui mimpi) ke perasaan-perasaan sebelumnya. Anda juga memprosesnya melalui emosi yang berelasi dengan mimpi. Jadi tekanan tersebut berkurang di pagi hari," tuturnya.
Mimpi itu sendiri muncul baik pada periode tidur REM ataupun non-REM. Tidur REM (tidur dengan gerak mata cepat) adalah kondisi normal dari tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata. Studi mengenai tidur ini menunjukkan bahwa aktivitas otak meningkat selama periode REM.

(Rosalind Cartwright, PhD, seorang profesor emeritus psikologi di Universitas Rush Chicago mengatakan manfaat mimpi hampir sama dengan memiliki terapis internal. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
(Baca juga: 7 Fakta tentang Mimpi)
Ketika partisipan dibangunkan selama periode non-REM pertama, mereka yang mengingat mimpi mereka cenderung melaporkan memikirkan masalah emosional yang belum selesai.
Pemimpi kemudian dapat menceritakan kembali permasalahan dalam bentuk yang berbeda selama siklus REM berikutnya, dan seterusnya, sepanjang malam.
Sekarang menjadi jelas mengapa Anda memimpikan apa yang membebani Anda saat dalam keadaan bangun. Misalnya, bermimpi ditinggal pacar, dimarahi atasan atau tidak lulus mata kuliah.
Untuk orang-orang yang mengalami depresi, mimpi juga berperan penting dalam kehidupan. Dalam studi mengenai tidur, seorang perempuan yang baru saja bercerai dengan depresi klinis dilibatkan. Perempuan ini tidak diberikan pengobatan.
Cartwright dan rekannya menemukan bahwa pasien ini mengingat mimpinya dan mengatakan bahwa ada mantan pasangannya dalam mimpi tersebut. Hasilnya, dalam skor tes suasan hati, perempuan ini mendapat skor lebih baik dari sebelumnya.
Dengan seperti itu, orang yang mengalami depresi dan bermimpi memiliki kemungkinan untuk pulih dibandingkan dengan orang yang tidak bermimpi mengenai permasalahannya.
Walaupun terkesan tidak begitu penting, mulai sekarang Anda harus lebih bersyukur atas mimpi-mimpi Anda. Hal ini karena mafaat mimpi begitu baik untuk kesehatan jiwa Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
