Cairan dari puting susu juga dikenal sebagai galaktorea. Ini biasanya terjadi pada wanita termasuk mereka yang belum pernah hamil. (Foto: Pexels.com)
Cairan dari puting susu juga dikenal sebagai galaktorea. Ini biasanya terjadi pada wanita termasuk mereka yang belum pernah hamil. (Foto: Pexels.com)

Galaktorea, Cairan dari Payudara yang Keluar Saat Tidak Menyusui

Rona kesehatan
Torie Natalova • 16 Mei 2019 09:00
Galaktorea adalah keputihan atau cairan dari puting payudara yang dapat tidak berhubungan dengan kehamilan. Galaktorea bisa datang bersamaan dengan gejala lain dan keluarnya bisa persisten atau terputus-putus pada satu atau kedua payudara.
 

 
Jakarta: Keluarnya cairan dari bagian puting payudara normal terjadi mulai dari kehamilan hingga setelah melahirkan atau saat menyusui. Tapi, bagaimana jika Anda memiliki cairan yang keluar dari bagian puting ketika tidak sedang hamil?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Konsultan ahli bedah payudara Dr Christina Choy menjelaskan, cairan dari puting susu juga dikenal sebagai galaktorea. Ini biasanya terjadi pada wanita termasuk mereka yang belum pernah hamil. Meski ini seringkali terjadi pada wanita, galaktorea juga dapat mempengaruhi pria dan bayi.
 
Galaktorea adalah keputihan atau cairan dari puting payudara yang dapat tidak berhubungan dengan kehamilan. Galaktorea bisa datang bersamaan dengan gejala lain dan keluarnya bisa persisten atau terputus-putus pada satu atau kedua payudara.
 
Gejala yang menyerupai galaktorea dapat termasuk haid yang tidak teratur dan ketidakseimbangan hormon, gangguan penglihatan atau gejala lain yang berhubungan dengan potensi penyebab yang mendasarinya.
 
Galaktorea dapat disebabkan oleh berbagai alasan termasuk faktor medis dan gaya hidup. Berikut beberapa penyebab galaktorea menurut Christina Choy.
 
<i>Galaktorea,</i> Cairan dari Payudara yang Keluar Saat Tidak Menyusui
(Konsultan ahli bedah payudara Dr Christina Choy menjelaskan, cairan dari puting susu juga dikenal sebagai galaktorea. Ini biasanya terjadi pada wanita termasuk mereka yang belum pernah hamil. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

1. Efek setelah kehamilan

Produksi ASI yang terus menerus meskipun telah berhenti menyusui atau stimulasi eksternal yang berlebihan terhadap puting susu.

2. Tiroid yang kurang aktif

Tumor pada kelenjar hipofisis atau tiroid yang kurang aktif, dapat mengatur hormon yang mempengaruhi laktasi dan galaktorea. Bersamaan dengan ini, kadar theoestrogen yang lebih tinggi dari biasanya pada wanita dan kadar testosteron yang lebih rendah pada wanita, dapat memicu galaktorea.

3. Pengobatan

Obat-obatan seperti antipsikotik dan antidepresan, pil terkait hormon, beberapa obat jantung dan anti asam, opiat juga diketahui dapat menyebabkan galaktorea.

4. Kondisi medis

Penyebab lain dari galaktorea adalah kanker payudara, penyakit Padget dan duktus papilloma. Biasanya, cairan yang keluar tidak berwarna putih melainkan bernoda darah atau bening.
 
Mereka yang mengalami galaktorea, termasuk yang mengeluarkan cairan berwarna susu, sangat dianjurkan untuk konsultasi dengan dokter.
 
Terlebih jika Anda tidak sedang hamil atau menyusui. Dokter akan melakukan serangkaian tes termasuk mungkin pemindaian ultrasound dan mammogram untuk memeriksa galaktorea.
 
Periksa ke dokter spesialis kebidanan atau spesialis penyakit dalam jika mengalami berbagai hal tersebut. Anda bisa mengonsultasikannya ke Rumah Sakit Pertamina Jaya, Rumah Sakit Husada, atau RS Hermina Jatinegara. Atau periksa di tempat layanan kesehatan terdekat dari rumah Anda.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif