Penyalahgunaan Narkotika Bisa Sebabkan Epilepsi
Penyalahgunaan Narkotika Bisa Sebabkan Epilepsi (Foto: istock)
Jakarta: Minuman keras dan narkotika bisa menjadi pencetus penyakit epilepsi. Kedua zat berbahaya tersebut mengganggu neuro di otak apabila dikonsumsi manusia.

"Dua zat pencetus aktivitas listrik tak normal pada sel neuron," kata dokter spesialis saraf dr. Irawati Hawari, kepada Medcom.id, di Hotel Bidakara, Jumat 30 November 2018.

Dr. Ira mengatakan, narkotika bisa mempengaruhi masalah struktural atau fungsi di dalam otak. Seperti gelombang depolarisasi atau karib disebut dengan pergeseran depolarisasi paroksismal.


Munculnya penyakit epilepsi memungkinkan terjadi setelah sel saraf eksitatori melepas muatan listrik abnormal. Sel saraf menjadi lebih resistan untuk kembali melepas muatan listrik selama jangka waktu tertentu.

"Penderita epilepsi bisa mengakibatkan penderitanya kejang-kejang. Bahkan bisa menyebabkan kerusakan sel-sel otak hingga tak sadarkan diri," ujarnya.

Namun, bukan berarti semua jenis narkotika pantang digunakan untuk tubuh. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui pengobatan epilepsi dengan obat berbahan mariyuana.

"Mariyuana dan kanabis memang secara alami ada di otak. Tapi itu digunakan periode tertentu," ujarnya.

Lebih lanjut, Ira menegaskan penggunaan narkoba tidak boleh sembarangan. Selain menjadi pencetus epilepsi, kedua zat tersebut bisa menyebabkan gangguan kejiwaan.

"Narkoba juga bisa menyebabkan gangguan kejiwaan, setelah beberapa tahun terkena epilepsi," tandasnya.


 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id