Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Syahlina Zuhal, berdasarkan beberapa penelitian dari luar negeri.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Singapura, disebutkan bahwa permainan lompat tali baik untuk kesehatan jantung anak," pungkas Syahlina dalam konferensi pers Peringatan Hari Jantung Sedunia 2017, Kamis (14/9/2017).
Oleh karena itu, pihak YJI sedang menggencarkan agar permainan ini dibudayakan di sekolah-sekolah dasar.
(Baca juga: Waspada Penyakit Jantung!)
Olahraga adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan jantung, tanpa mengenal usia. Namun, bagi mereka yang pernah mengalami masalah jantung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam beraktivitas fisik.
.jpg)
"Jika masih sehat, semua jenis olahraga bisa dilakukan. Namun, untuk yang sudah pernah mengalami serangan, lebih baik pilih olahraga yang berdampak rendah dan tidak kompetitif," saran ahli jantung dr. Siska Suridanda Danny, SpJP(K) selaku anggota pengurus YJI pada kesempatan yang sama.
Ia menjelaskan, olahraga yang dilakukan sebaiknya membuat hormon endorfin keluar sehingga perasaan menjadi rileks, dimana olahraga kompetitif tak cocok untuk hal ini. "Perlu diingat bahwa durasi olahraga yang baik ada 150 menit per minggu," dr. Siska mengingatkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
