Apakah keduanya berbeda?
American Psychiatric Association (APA) memasukkan serangan panik sebagai gangguan mental. Sementara, serangan cemas tidak ada dalam istilah resmi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Serangan kecemasan adalah istilah yang lebih umum," kata C. Vaile Wright, Ph.D., psikolog berlisensi dan direktur penelitian dan proyek-proyek khusus di American Psychological Association seperti dilansir dari Women's Health Magazine.
Lalu, apakah serangan panik itu?
"Serangan panik adalah episode ketakutan yang sangat mendadak yang tiba-tiba datang, dan biasanya memuncak dalam 10 menit," kata Wright.
Episode ekstrem tersebut terjadi ketika respons mendeteksi bahaya (fight-or-flight) datang.
"Tetapi ketika respons itu muncul saat Anda tak dalam bahaya, itu adalah serangan panik, yang bisa sangat melemahkan."
Beberapa gejala dari serangan panik adalah
Palpitasi, jantung berdebar, atau detak jantung dipercepat
Berkeringat
Gemetar
Sensasi sesak nafas
Perasaan tersedak
Nyeri dada atau ketidaknyamanan
Mual atau sakit perut
Merasa pusing, goyah, pusing, atau pingsan
Kedinginan atau sensasi panas
Paresthesia (sensasi kesemutan atau kesemutan)
Derealisasi (perasaan tidak nyata) atau depersonalisasi (terlepas dari diri sendiri)
Ketakutan kehilangan kendali atau "menjadi gila"
Takut mati
Institut Kesehatan Mental Nasional mengungkapkan bahwa serangan panik dapat disebabkan oleh pemicu tertentu (seperti objek atau situasi yang ditakuti), atau tidak sama sekali.
Namun, ketika seseorang mengalami serangan panik berulang dan tidak terduga, rasa takut dan usaha untuk menghindarinya justru memicu masalah tersebut.
"Sebagai contoh, orang-orang dengan gangguan panik mungkin melihat gejala yang cukup jinak, seperti peningkatan denyut jantung. Mereka mengartikannya sebagai negatif, yang membuat mereka lebih cemas. Dari sana terjadi serangan panik," kata Wright.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(DEV)
