Temuan ini muncul dari wawancara Lexar dengan Digital Foundry, yang mengungkap perubahan perilaku pasar di tengah kenaikan harga komponen seperti RAM dan storage.
Dikutip dari laporan situs WCCF Tech, Lexar mencatat bahwa permintaan untuk SSD berkapasitas kecil seperti 256GB dan 512GB kini turun drastis, bahkan hanya mencapai sebagian kecil dari ekspektasi pasar.
Sebaliknya, RAM dengan kapasitas lebih rendah masih tetap diminati, terutama di segmen entry-level yang masih didominasi modul 8GB DDR4 maupun DDR5.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kapasitas penyimpanan kini menjadi faktor yang lebih krusial dibandingkan kapasitas RAM bagi sebagian besar gamer.
Game Modern Butuh Storage Besar
Alasan utamanya cukup jelas. Ukuran game modern yang terus membengkak membuat SSD berkapasitas kecil menjadi kurang relevan.Dalam banyak kasus, ruang penyimpanan 256GB atau 512GB sudah terpakai sebagian besar untuk sistem operasi, sehingga menyisakan ruang yang terbatas untuk instalasi game. Padahal, banyak game saat ini membutuhkan puluhan hingga ratusan gigabyte.
Kondisi ini membuat SSD minimal 1TB menjadi pilihan yang lebih masuk akal, terutama bagi pengguna yang merakit PC dari awal dengan budget terbatas.
Sementara itu, RAM dinilai lebih fleksibel untuk ditingkatkan di kemudian hari. Pengguna dapat menambah modul RAM dengan relatif mudah tanpa harus mengganti komponen utama.
Sebaliknya, penggunaan SSD berkapasitas kecil sejak awal justru dinilai kurang efisien karena keterbatasan ruang penyimpanan yang langsung terasa dalam penggunaan sehari-hari.
Karena itu, banyak gamer memilih kompromi dengan menggunakan RAM lebih kecil terlebih dahulu, sambil memastikan kapasitas storage tetap besar.
Meskipun SSD berperan dalam mempercepat waktu loading, RAM tetap berpengaruh langsung pada performa sistem secara keseluruhan. Namun, dalam praktiknya, kebutuhan kapasitas penyimpanan kini menjadi prioritas utama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News