Tidak ada patokan umur yang pasti, tapi biasanya menopause terjadi pada wanita berusia lebih dari 40 tahun.  (Foto Ilustrasi: Anderson Guerra/Pexels)
Tidak ada patokan umur yang pasti, tapi biasanya menopause terjadi pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. (Foto Ilustrasi: Anderson Guerra/Pexels)

Sejumlah Fakta Menopause yang Perlu Diketahui

Rona menopause
Sunnaholomi Halakrispen • 30 Mei 2019 13:10
Menopause merupakan berakhirnya siklus menstruasi secara alami. Biasanya terjadi saat perempuan memasuki usia 45 hingga 55 tahun. Seorang perempuan dikatakan sudah menopause bila tidak mengalami menstruasi lagi. Paling tidak minimal 12 bulan.
 
Jakarta: Anda mungkin pernah mendengar kata menopause. Kondisi ini dialami oleh wanita dewasa akhir atau yang berusia paruh baya. Ada perubahan pada saat sebelum atau setelah menstruasi Anda berhenti atau bisa dibilang merupakan akhir dari masa reproduksi.
 
Tidak ada patokan umur yang pasti, tapi biasanya menopause terjadi pada wanita berusia lebih dari 40 tahun. Ini merupakan kondisi normal dari penuaan para wanita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seorang wanita dilahirkan dengan jumlah telur terbatas yang disimpan dalam ovarium. Sementara itu, ovarium juga membuat hormon estrogen dan progesteron yang mengontrol menstruasi dan ovulasi.
 
Kondisi menopause terjadi ketika ovarium tidak lagi mengeluarkan sel telur setiap bulan dan menstruasi pun berhenti. Beberapa wanita juga bisa mengalami menopause lebih awal, baik disebabkan oleh hasil operasi, seperti histerektomi, atau kerusakan ovarium akibat kemoterapi.
 
Fakta lainnya, beberapa wanita dapat mengalami menopause lebih awal, baik sebagai hasil dari operasi, seperti histerektomi. Ada juga karena kerusakan pada ovarium, seperti dari kemoterapi. Menopause yang terjadi sebelum 40, terlepas dari penyebabnya, disebut menopause dini.
 
Penjelasan tentang menopause alami, tidak disebabkan oleh segala jenis perawatan medis atau bedah. Prosesnya bertahap dan dibagi menjadi tiga, yakni perimenopause, menopause, dan pascamenopause.
 
Perimenopause biasanya dimulai beberapa tahun sebelum menopause, ketika ovarium secara bertahap membuat lebih sedikit estrogen dibanding sebelumnya. Dalam satu hingga dua tahun terakhir perimenopause, penurunan estrogen semakin cepat. Pada tahap ini, banyak wanita mengalami gejala menopause.
 
Sedangkan, menopause merupakan titik ketika sekitar setahun sejak seorang wanita mengalami periode menstruasi terakhir. Pada tahap ini, ovarium telah berhenti mengeluarkan telur dan membuat sebagian besar estrogen.
 
Sejumlah gejala biasanya terjadi ketika mengalami menopause. Perhatikan beberapa gejalanya seperti, datang bulan yang tidak teratur, insomnia, perubahan suasana hati, kelelahan, mudah marah hingga depresi, jantung berdebar kencang, sakit kepala, perubahan libido atau dorongan seksual, hingga kekeringan vagina.
 
Namun, tidak semua wanita mendapatkan semua gejala itu. Akan tetapi, Anda bisa menerka sendiri apa yang Anda rasakan, bisa juga diinformasikan oleh dokter setelah Anda melakukan tes darah tertentu.
 
Sementara pascamenopause yang terjadi bertahun-tahun setelah menopause, masih akan ada gejala seperti hot flash. Ada perasaan hangat yang tiba-tiba menyebar ke seluruh tubuh bagian atas, seringkali membuat wajah memerah dan sebagian berkeringat.
 
Tingkat keparahan hot flash bervariasi, dari ringan hingga parah pada sebagian wanita. Kondisi ini memudahkan sebagian besar wanita, tetapi ada risiko kesehatan terkait dengan peningkatan hilangnya estrogen seiring bertambahnya usia wanita.
 
Lawan Faktor U, Tetap Sehat dan Produktif

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif