Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

Beragam Polutan dan Bahayanya

Rona rokok polusi udara kesehatan paru-paru
Sunnaholomi Halakrispen • 08 Mei 2020 14:00
Jakarta: Bagi para perokok, sulit melepas hari tanpa menghisap satu batang pun. Sementara perokok menghirup lebih dari 7.000 bahan kimia setiap kali mereka menyala rokok dan setidaknya sebanyak 69 di antaranya diketahui menyebabkan kanker.
 
Dilansir dari WebMD, dipaparkan bahwa susunan polusi udara sendiri sangat berbeda dan tergantung pada tempat tinggal kita. Di Amerika Serikat, polusi dari bahan bakar fosil merupakan pembunuh terbesar, dengan perkiraan hampir 200.000 kematian per tahun.
 
Dari mobil hingga pembangkit listrik, membakar bahan bakar fosil seperti gas dan batubara melepaskan banyak polutan berbahaya ke udara. Setiap kali kita menyalakan mesin, racun penyebab kanker seperti benzena, bersama dengan gas dan partikel berbahaya, memenuhi udara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setiap kali batu bara dibakar, partikel-partikel halus berbahaya, merkuri, timah, dan logam berat lainnya menyebar melalui langit. Bahkan, peristiwa alam seperti kebakaran hutan dapat merusak kesehatan kita, mengirimkan partikel dan gas berbahaya jauh ke udara.
 
Gas dan racun ini dapat berbaur melalui reaksi kimia untuk membentuk polusi ozon dan partikel halus. Itu merupakan polutan paling umum dan paling berbahaya yang ditemukan di seluruh Amerika Serikat dan di belahan dunia.
 
Polusi partikel sebenarnya bukan satu hal. Ini adalah istilah umum untuk partikel kecil, lebih kecil dari sebutir pasir, dicampur dengan cairan. Semakin kecil partikelnya, semakin efektif mereka untuk menghindari pertahanan tubuh.
 
Partikel halus dan ultrafine dianggap yang paling berbahaya karena kontaminan beracun. Seperti logam dan alergen kecil dapat menghalangi mereka dan melakukan perjalanan jauh ke paru-paru.
 
Sementara ozon adalah bagian utama dari kabut asap. Ozon di permukaan tanah dapat menyebabkan masalah pernapasan, asma, dan radang paru-paru. Ozon beracun terbentuk ketika gas dan bahan kimia tertentu dimasak di bawah terik matahari.
 
Ketika suhu musim panas menghangat secara global karena perubahan iklim, para peneliti mengatakan, paparan ozon akan menjadi jauh lebih umum dan bertahan lebih lama.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif