"Kalau digoreng pasti proteinnya berkurang. Karena suhunya tinggi. Biasanya komposisi lemak jenuhnya akan lebih tinggi," ujar dr. Diana di Seribu Rasa Senopati, Jakarta Selatan.
Terlalu banyak menerima lemak jenuh berisiko rentan terkena penyakit kronis, contohnya gangguan jantung dan stroke. Sebab, dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Pada kondisi tersebut, membuat adanya penumpukan lemak hingga menyumbat aliran darah. Kemudian, dr. Diana memaparkan bahwa efek lain yang juga muncul ialah kalori yang juga bertambah banyak.
"Kalau terlalu sering, terlalu banyak, dan lewat dari jumlah kebutuhan, ya akhirnya obesitas. Kebutuhannya berlebih," jelasnya.
Obesitas juga memengaruhi kondisi tubuh yang berisiko terkena serangan jantung koroner. Kemudian, stroke, diabetes melitus atau kencing manis, dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Bahkan, kondisi obesitas juga berisiko tiga kali lipat terkena batu empedu. Demikian juga dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah dan mengakibatkan terjadinya asam urat.
Lantaran demikian, dr. Diana mengimbau tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan yang digoreng. Sedangkan untuk anak-anak, masih wajar mengonsumsi ikan yang digoreng.
"Kalau untuk membuat variasi makanan untuk anak-anak, masih boleh. Karena anak masih butuh lemak kan. Tapi enggak setiap hari menunya digoreng," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(YDH)
