Mengenal lebih jauh tentang silikon. (foto:billingsplasticsurgery.com)
Mengenal lebih jauh tentang silikon. (foto:billingsplasticsurgery.com)

Mengenal Penggunaan Silikon untuk Bedah Plastik dan Luka Parut

Rona
Torie Natalova • 13 Agustus 2015 12:55
medcom.id, Jakarta: Jika mendengar kata silikon, pasti yang langsung muncuk di benak Anda adalah operasi plastik. Namun, silikon selalu dikaitkan dengan operasi payudara yang memberi efek membahayakan.
 
Padahal, penggunaan silikon dalam kehidupan sehari-hari sangat luas dan kehadirannya terbukti memberi manfaat besar bagi kehidupan. Di bidang kesehatan, penggunaan silikon adalah hal yang lumrah, khususnya di bidang bedah plastik.
 
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) cabang Sumatera Utara dr. Frank Bietra Buchari, SpBP-RE (K) mengatakan bahwa, perlu adanya pemahaman yang benar tentang silikon. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Silikon itu adalah polimer yang terdiri dari beberapa jenis, ada yang cair, gel, dan padat. Penggunaannya juga sangat luas, mulai untuk pembuatan oli, lem, dot botol, hingga produk perawatan rambut. Di bidang medis, silikon digunakan antara lain pada alat katup jantung, alat infus, lensa kontak dan kateter urin,” katanya dalam rilis yang diterima metrotvnews.com, Kamis (13/8/2014).
 
Untuk bedah plastik, silikon padat dan gel umum digunakan sebagai implan karena tubuh manusia tidak memberikan reaksi yang berarti atas kehadirannya. “Biasanya silikon digunakan sebagai implan untuk memperbesar payudara, meninggikan hidung, meninggikan tulang pipi atau memanjangkan dagu. Selain sebagai implan, silikon juga dapat bermanfaat dalam perawatan bekas luka pasca operasi bedah plastik. Silikon untuk perawatan bekas luka berupa silicone sheet atau silikon gel,” tambahnya.
 
Sementara itu, berbagai kasus penggunaan silikon yang berujung kecelakaan merupakan hasil dari penggunaan silikon yang tidak bertanggung jawab. Silikon padat itu aman digunakan untuk mengisi bagian tubuh manusia. Komplikasi yang ditimbulkan kecil, mudah dibentuk dan dapat dibuang bila tidak diinginkan lagi.
 
"Yang berbahaya adalah menyuntikkan silikon berjenis cair ke dalam tubuh manusia. Hal itu dapat menyebabkan infeksi, peradangan, dan menyebar ke bagian tubuh lain. Untuk itu, jangan sekali-sekali menyuntikkan silikon ke dalam tubuh,” jelasnya.
 
Meski sudah tahu bahayanya menyuntikkan silikon cair ke tubuh, masih tetap saja ada pihak yang tak bertanggungjawab melakukannya. Dokter bedah plastik profesional tidak akan melakukan tindakan seperti ini. Karenanya, penting untuk konsultasi dan melakukan operasi dengan ahlinya yang memiliki kredibilitas.
 
“Mudah menemukan ahli bedah plastik yang dapat dipercaya di Indonesia, yaitu dengan mengecek apakah dokter tersebut menjadi anggota PERAPI,” ujar dr. Irena Sakura Rini, MARS, SpBP-RE, Wakil Ketua PERAPI Pusat. 
 
PERAPI adalah satu-satunya organisasi yang mewadahi dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik di seluruh Indonesia oleh karena itu kami menjamin kualitas anggota kami yang jumlahnya hanya 160 orang.
 
Penggunaan silikon juga lazim digunakan untuk perawatan bekas luka, baik yang ditimbulkan pascaoperasi maupun yang disebabkan oleh kecelakaan sehari-hari. “Perawatan bekas luka dengan menggunakan silikon gel hingga kini merupakan jenis perawatan yang paling direkomendasikan oleh para ahli bedah plastik, selain dianggap paling aman, mudah, dan ekonomis serta memberikan efek yang memuaskan bila dibandingkan dengan jenis perawatan bekas luka lainnya,” ujar Irvani Risyda, Brand Manager Dermatix, PT Transfarma Medica Indah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(LOV)


TERKAIT
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif