NEWSTICKER
Obesitas bisa buat Anda jadi berisiko terkena berbagai penyakit salah satunya endometriosis yang merupakan sebuah radang yang disebabkan oleh hormon estrogen. (Foto: Ilustrasi. Dok. Amplitude Magazin/Unsplash.com)
Obesitas bisa buat Anda jadi berisiko terkena berbagai penyakit salah satunya endometriosis yang merupakan sebuah radang yang disebabkan oleh hormon estrogen. (Foto: Ilustrasi. Dok. Amplitude Magazin/Unsplash.com)

Berat Badan Bisa Pengaruhi Siklus Menstruasi Berantakan

Rona berat badan menstruasi
Kumara Anggita • 16 Februari 2020 15:00
Jakarta: Menjadi obesitas dan terlalu kurus tak ada yang lebih keren, keduanya sama-sama merugikan tubuh. Dua hal ini bisa pengaruhi organ reproduksi Anda jadi buruk. 
 
Ini semua terjadi karena peran dari hormon. Ketidakseimbangan hormon bisa membuat seseorang jadi tidak subur dan bahkan membawa penyakit.
 
Mengapa hal ini bisa terjadi? Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrin, dan Reproduksi RS Pondok Indah, Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Sp. OG-KFER, M.sc membeberkan obesitas bisa buat Anda jadi berisiko terkena berbagai penyakit salah satunya endometriosis yang merupakan sebuah radang yang disebabkan oleh hormon estrogen. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini membuat pertumbuhan jaringan endometrium yang disertai perambatan pembuluh darah sehingga akan timbul sakit pada bagian pelvis.
 
“Orang dengan obesitas akan menimbulkan gangguan menstruasi. Gagguan menstruasi menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal maka gangguan ini akan menyebabkan badan si perempuan itu lebih banyak terkena dengan estrogen itulah yang menjadi cikal bakal endometriosis karena berhubungan dengan estrogen,” ujarnya.
 
Berat Badan Bisa Pengaruhi Siklus Menstruasi Berantakan
(Untuk mengembalikan siklus menstruasi Anda menjadi normal, Anda harus mengubah gaya hidup Anda menjdi sehat. Pastikan Anda berolahraga dengan tepat dan makan-makanan yang sehat. Foto: Pexels.com)
 
Ini bisa dihindari dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. “Banyaknya junk food membuat tingkat obesitas meningkat. Transportasi sekarang makin gampang, anak makin malas bergerak walau dalam jarak yang dekat. Gaya hidup malas-malasan ini yang jadi masalah. Harus dilakukan intervensi gaya hidup dan pola makan,” ujarnya. 
 
Namun, bukan berarti menjadi terlalu kurus adalah pilihan yang lebih baik. Orang yang anoreksia atau bulimia juga siklus menstruasinya berantakan. Ini karena mereka membutuhkan zat kolestrol yang berguna untuk pembentukan hormon.
 
“Ada pula yang tidak mau makan karena anaknya mau diet. Padahal badannya sudah kurus kering karena anorexia dan bulimia. Penyusutan berat badan bisa mengganggu hormon yang datang dari kolestrol. Kalau berat badan menyusut dari mana dia dapat kolestrol. Ini sering ditemukan di kota besar,” ujarnya. 
 
Tak hanya itu, olahraga berlebihan juga buat Anda mengeluarkan hormon stres yang buat siklus menstruasi berantakan. “Olahraga ekstrem buat hormon stres yaitu kortisol keluar. Maka dapat mengganggu komunikasi otak dan indung telur. Jadinya ganggu siklus haid. Kalau olahraga direncanakanlah dengan baik. Jadi yang kluar zat perlu keluar saja,” ungkapnya. 
 
Untuk mengembalikan siklus menstruasi Anda menjadi normal, Anda harus mengubah gaya hidup Anda menjdi sehat. Pastikan Anda berolahraga dengan tepat dan makan-makanan yang bagus. Jangan sampai Anda obesitas dan dan jangan pula penurunan berat badan secara berlebihan. 
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif