Salah satu gejala ketidakseimbangan elektrolit yang paling umum adalah kelelahan. (Foto: Pexels)
Salah satu gejala ketidakseimbangan elektrolit yang paling umum adalah kelelahan. (Foto: Pexels)

Tanda-tanda Ketidakseimbangan Elektrolit dalam Tubuh

Rona kesehatan
Raka Lestari • 07 Oktober 2019 16:18
Jakarta: Elektrolit membantu memberi kekuatan pada tubuh. Ketika tingkat elektrolit menurun atau naik, dapat menyebabkan beberapa gejala. Seperti rasa haus dan sakit kepala yang ringan hingga detak jantung yang cepat, atau bahkan kejang.
 
Elektrolit pada dasarnya adalah mineral yang larut dalam cairan tubuh. Biasanya menghasilkan ion bermuatan listrik.
 
"Elektrolit sangat penting karena dapat membantu tubuh dengan fungsi saraf dan otot serta keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah, dan pH darah," jelas Robin Foroutan, RD, seorang ahli gizi berbasis di New York.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, Anda perlu mengetahui beberapa tanda ketidakseimbangan elektrolit sebagai berikut:

-Dehidrasi

Dehidrasi dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Salah satu elektrolit yang paling melimpah di tubuh kita adalah sodium dan perannya sangat penting.
 
"Sodium bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kapan saja Anda mengalami dehidrasi parah, itu dapat dianggap sebagai ketidakseimbangan elektrolit," jelas Naveet Bal, MD, asisten profesor kedokteran, divisi nefrologi di Medical College of Wisconsin.

-Overhidrasi

Overhydration juga dikenal sebagai hiponatremia, terjadi ketika kadar natrium dalam darah menjadi rendah secara tidak normal.
 
"Hiponatremia tidak umum, tetapi itu bisa terjadi jika Anda minum terlalu banyak air," jelas Foroutan.
 
Gejala hiponatremia berkisar dari yang ringan sampai yang mengancam jiwa seperti mual dan muntah, sakit kepala, kebingungan, kelelahan, gelisah, kelemahan otot, kejang, dan koma.

-Kelelahan

Salah satu gejala ketidakseimbangan elektrolit yang paling umum adalah kelelahan. Kekurangan magnesium bisa menjadi penyebabnya.
 
Terlalu sedikit asupan magnesium (hipomagnesemia) dapat dikaitkan dengan kebiasaan makan yang buruk. Selain itu terlalu banyak minum alkohol, penggunaan diuretik yang berkepanjangan, diare, dan gangguan pencernaan juga menjadi penghambat kelelahan.

-Detak jantung lambat atau tidak teratur

Elektrolit juga bekerja erat dengan natrium untuk menjaga kontraksi otot normal dan fungsi jantung. Sehingga menjadikannya mineral penting untuk mengendalikan detak jantung Anda.
 
Hipokalemia (kalium rendah) terjadi ketika tubuh kita kehilangan cairan seperti diare atau muntah, dan dari beberapa obat seperti diuretik dan obat pencahar. Namun terlalu banyak kalium (hiperkalemia) juga dapat menyebabkan kelemahan otot, kelumpuhan, dan kemungkinan disritmia jantung yang mengancam jiwa.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif