Melatonin adalah hormon yang terjadi secara alami yang mengatur siklus tidur-bangun tubuh.  (Foto Ilustrasi: Hutomo Abria/Unsplash.com)
Melatonin adalah hormon yang terjadi secara alami yang mengatur siklus tidur-bangun tubuh. (Foto Ilustrasi: Hutomo Abria/Unsplash.com)

Ini Efek Samping Penggunaan Melatonin

Rona kesehatan
Raka Lestari • 03 Januari 2019 17:54
Jakarta: Jika Anda pernah mengalami kesulitan tidur, Anda mungkin pernah mendengar dengan melatonin. Melantonin adalah bantuan tidur alami yang hebat yang dapat membantu Anda menghilangkan insomnia.
 
Tetapi apakah cara tersebut benar-benar aman? atau apakah ada konsekuensi lain dari mengonsumsi melatonin setiap malam?
 
"Melatonin bukan obat untuk menyebabkan tidur, tetapi ini adalah pengatur tidur, dan ada perbedaan besar di sana," ujar psikolog klinis dan dokter ahli tidur Dr. Michael J. Breus, kepada Bustle.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi melatonin tidak membuat Anda tertidur, tetapi melatonin memberitahu tubuh untuk tidur. Itu ternyata dua proses yang sangat berbeda di otak. Keduanya harus sinkron agar kamu bisa tertidur," sambungnya.
 
Sementara itu menurut Mayo Clinic, melatonin adalah hormon yang terjadi secara alami yang mengatur siklus tidur-bangun tubuh. Tetapi melatonin juga tersedia sebagai suplemen, biasanya sebagai tablet oral yang dikonsumsi oleh beberapa orang untuk mengobati gangguan tidur tertentu, seperti insomnia atau jet lag. Namun tidak seperti obat bebas yang dijual di pasaran lainnya, melantonin tak mengandung ketergantungan. 
 
Sedangkan Dr. Breus menganggap banyak orang yang menggunakan melatonin secara tidak benar dan itu dapat meningkatkan kemungkinan efek samping dalam jangka pendek.
 
"Dosis yang tepat (untuk melatonin) adalah sekitar setengah dan satu setengah miligram. Namun jika diperhatikan, jarang yang menjualnya pada dosis tersebut. Kebanyakan mereka menjualnya pada dosis tiga, lima, bahkan 10 miligram. Dan jika dikonsumsi terlalu banyak itu dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, pusing, mual, dan kantuk," terang Breus.
 
Lebih lanjut, Dr. Breus mengatakan kebanyakan orang menggunakan melatonin ketika mereka sudah sulit tidur. Tetapi pengguna baru merasakan efeknya sekitar 90 menit usai meminumnya.
 
"Anda tidak bisa memilih untuk menggunakan melatonin pada jam 2:00 pagi," terang Dr Breus.
 
Ia juga menambahkan, meskipun melatonin mungkin aman dikonsumsi dalam jangka pendek, masih ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum meminumnya.  
 
Cara Sehat, Mudah dan Nyaman Mengontrol Berat Badan (3)

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif