Wanita yang memiliki rahim miring berisiko lebih besar IUD-nya berpindah tempat atau jatuh. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Wanita yang memiliki rahim miring berisiko lebih besar IUD-nya berpindah tempat atau jatuh. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Ini Tanda IUD Anda Berpindah Tempat atau Jatuh

Rona keluarga berencana
Torie Natalova • 21 Februari 2019 20:36
Jakarta: Banyak wanita yang memilih menggunakan alat kontrasepsi (KB) untuk mengontrol kehamilan mereka. Ada beberapa jenis alat kontrasepsi, salah satunya adalah adalah intrauterine device atau IUD.
 
IUD memiliki bentuk seperti huruf T yang diletakkan di dalam rahim. Gunanya untuk menghadang sperma agar tidak membuahi sel telur. IUD ada dua jenis yakni yang terbuat dari tembaga dan IUD yang mengandung hormon seperti mirena.
 
Dilansir dari Prevention, seorang wanita bernama Melinda Nicols mengalami peristiwa yang tidak biasa dengan IUD mirena yang dipasangnya sejak tahun 2007. Tanpa disadari, IUD yang dimilikinya berpindah ke perut hingga 11 tahun kemudian ia mulai merasakan sakit di punggung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dokter kandungan Christine Greves, meski sangat jarang terjadi IUD berpindah tempat atau jatuh, IUD dapat keluar dari tempat seharusnya yakni di dalam rahim. Sekitar satu dari 1.000 IUD yang dimasukkan dalam rahim dapat jatuh atau pindah ke tempat lain di tubuh.
 
(Baca juga: Studi Bantah Pil KB Sebabkan Depresi)
 
Ini Tanda IUD Anda Berpindah Tempat atau Jatuh
(Dilansir dari Prevention, seorang wanita bernama Melinda Nicols mengalami peristiwa yang tidak biasa dengan IUD mirena yang dipasangnya sejak tahun 2007. Tanpa disadari, IUD yang dimilikinya berpindah ke perut hingga 11 tahun kemudian ia mulai merasakan sakit di punggung. Foto: Ilustrasi. Dok. George Mattei/Getty Images)
 

Secara umum, IUD dapat berpindah tempat atau jatuh setelah atau beberapa waktu setelah dimasukkan ke dalam rahim.
 
Wanita yang memiliki rahim miring berisiko lebih besar karena dibutuhkan kekuatan lebih untuk menahan IUD di dalam dan arah yang tepat saat memasukkan IUD yang dilakukan dokter.
 
Jika IUD benar-benar berpindah tempat atau jatuh, kemungkinan besar Anda akan melihatnya. Jika itu menusuk rahim Anda, gejalanya bisa seperti rasa sakit di daerah di mana IUD itu berpindah, kram parah dan bercak. Tetapi, mungkin juga Anda tidak merasakan gejala apapun.
 
Apabila Anda memiliki IUD hormon, selalu cek apakah darah haid Anda lebih terang atau tidak mendapatkan haid sama sekali. Tidak haid bisa jadi tanda IUD Anda sudah tidak pada tempatnya.
 
Temui dokter kandungan untuk melihat apakah IUD masih berada dalam rahim atau telah berpindah tempat bahkan jatuh. Pengecekan dilakukan beberapa minggu setelah IUD dimasukkan. Dokter akan melakukan USG untuk melihat apakah IUD berada dalam rahim atau berpindah tempat.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif