Banyak orang yang mengeluh bahwa menggunakan masker dapat mengurangi oksigen yang mereka hirup atau membuat mereka menghirup karbon dioksida yang telah dihembuskan. (Ilustrasi/Pexels)
Banyak orang yang mengeluh bahwa menggunakan masker dapat mengurangi oksigen yang mereka hirup atau membuat mereka menghirup karbon dioksida yang telah dihembuskan. (Ilustrasi/Pexels)

Mengapa saat Memakai Masker Sulit Bernapas?

Rona Virus Korona virus corona covid-19 masker kain
Raka Lestari • 15 Mei 2020 15:31
Jakarta: Banyak orang yang mengeluh bahwa menggunakan masker dapat mengurangi oksigen yang mereka hirup atau membuat mereka menghirup karbon dioksida yang telah dihembuskan. Hal ini membuat beberapa orang merasa sedikit pusing, rasa ingin pingsan, atau kehabisan nafas.
 
Karbon dioksida sendiri pada dasarnya adalah produk yang dihasilkan dari proses respiratori tubuh. Pada beberapa kasus, hal tersebut memang bisa sangat berbahaya menurut National Institute of Health (NIH) dikutip dari Health.
 
Menurut NIH, dengan menghirup karbon dioksida tingkat tinggi mungkin bisa membahayakan jiwa. Hiperkapnia (toksisitas karbon dioksida) juga dapat menyebabkan sakit kepala, vertigo, penglihatan ganda, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, tinitus (mendengar bunyi, seperti dering atau dengung, yang tidak disebabkan oleh sumber luar), kejang, atau mati lemas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi yang harus ditekankan adalah karbon dioksida tingkat tinggi. “Yang dapat menyebabkan bahya adalah yang memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi,” jelas Bill Carroll, PhD, seorang profesor ahli kimia di Indiana University, Bloomington. “CO2 yang ada di atmosfer berada pada level 0,04 persen. Akan menjadi berbahaya jika sudah lebih dari 10 persen.”
 
Sangat mungkin juga terlalu sedikit CO2. “Ini terjadi ketika Anda menghembuskan napas terlalu cepat,” kata Dr Carroll. “Jika Anda menahan napas, akan terlalu banyak CO2. Masalah utamanya adalah CO2 mengatur pH darah. Terlalu banyak CO2 maka darah akan menjadi asam, sedangkan terlalu sedikit darah akan menjadi basa,” ujarnya.
 
Dan ketika berhadapan dengan masker, tentunya setiap masker berbeda-beda. Seberapa jauh masker dapat memengaruhi tingkat CO2 tergantung dari bahan masker yang digunakan dan seberapa ketat masker digunakan.
 
"Saya pikir sangat tidak mungkin bahwa Anda akan pingsan karena kekurangan oksigen dengan masker kain, yang umumnya tidak terlalu ketat. Saat Anda menghembuskan napas atau menghirup udara, udara masih bisa mengitari topeng juga melalui pori-pori kain,” ujar Dr Carroll.
 
Ia menambahkan, “Inilah sebabnya mengapa masker kain tidak benar-benar melindungi Anda dari menghirup virus tetapi dengan mengganggu aliran pernafasan Anda. Masker cenderung melindungi orang-orang di sekitar Anda dari aerosol dalam napas Anda,” tutupnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif