Berikut ini adalah tanda Anda tak cocok dengan KB Spiral. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Berikut ini adalah tanda Anda tak cocok dengan KB Spiral. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Tanda Tidak Cocok dengan KB Spiral

Rona keluarga berencana KB Spiral
Sunnaholomi Halakrispen • 14 Mei 2020 22:44
Jakarta: Intrauterine device (IUD) atau KB spiral merupakan salah satu alat kontrasepsi dari metode keluarga berencana (KB). Dalam penggunaannya, tidak semua wanita bisa mendapatkan efektivitasnya, karena cocok-cocokan.
 
"Pertama, rahimnya yang terlampau besar misalnya karena sudah melahirkan empat atau lima kali. Risikonya pun spiralnya akan lebih mudah keluar," ujar dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG dalam live instagramnya bersama dr. Stella Shirley M, Sp.OG.
 
Ketika buang air kecil, buang air besar, atau ngeden, spiral tersebut bisa saja keluar. Kedua, mungkin juga akibat peradangan yang terlampau lebih, ditambah hormon estrogen yang tinggi sehinga dinding rahimnya tebal, volume darah menstruasinya lebih banyak dari biasanya. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Atau bahkan pada kasus-kasus tertentu ibu-ibu yang pakai spiral yang haid normal 2-8 hari, bisa lebih dari 14 hari, ada flek. Itu karena spiral ditambah dengan hormonalnya yang kacau-balau," paparnya.
 
Menurut dr. Stella Shirley M, Sp.OG, ketidakcocokan bisa terlihat ketika setelah pemasangan, terjadi darah yang keluar terus selama 14 hari. Maka dari itu, terkadang pasien diminta menunggu hingga tiga bulan untuk beradaptasi, melihat perkembangan kondisi KB spiral yang dikenakan.
 
Apabila kondisinya tetap seperti itu, mau tidak mau, dengan berat hati, spiral yang dikenakan tersebut harus segera dicopot. Sebab, KB spiral yang tidak cocok itu akan tidak efektif kinerjanya.
 
"Kedua, apabila terjadi peradangan berlebihan biasanya nyeri perut bawah, saat menstruasi lebih sakit, saat berhubungan intim lebih sakit, itu bisa dibilang sebagai radang panggul. Maka mau enggak mau harus dicopot KB spiralnya," paparnya.
 
Kemudian, jika ukuran rahim terlalu kecil atau terlalu besar, juga berpengaruh. Oleh karena itu, kata dr. Stella, sebelum pemasangan KB spiral harus dilakukan USG terlebih dahulu untuk melihat apakah bentuk rahim cocok atau tidak untuk penggunaan KB spiral.
 
"Spiral panjangnya kurang lebih tiga sentimeter, jadi kalau rahimnya terlalu kecil bisa sakit terus. Kalau rahim terlalu besar, spiralnya merosot. Jadi harus dievaluasi lagi. Jangan-jangan tidak cocok. Harus konsultasi ke dokter kandungan segera," pungkasnya.

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif