Testosteron merupakan angin segar untuk menangani permasalahan fungsi seksual perempuan pascamenopause. (Foto: David Cassolato/Pexels)
Testosteron merupakan angin segar untuk menangani permasalahan fungsi seksual perempuan pascamenopause. (Foto: David Cassolato/Pexels)

Menangani Permasalahan Fungsi Seksual Pascamenopause pada Perempuan

Rona menopause
Dhaifurrakhman Abas • 29 Juli 2019 18:37
Dalam studi yang diterbitkan jurnal The Lancet, para peneliti meninjau 46 laporan penggunaan testosteron. Uji coba tersebut dilakukan terhadap 8.480 perempuan berusia 18 hingga 75 tahun. Hasilnya, memakai testosteron selama setidaknya 12 minggu secara signifikan meningkatkan hasrat seksual.
 
Jakarta: Penelitian medis menyebutkan manfaat penggunaan hormon testosteron dosis rendah. Hormon berfungsi memperbaiki permasalahan fungsi seksual yang dialami perempuan pascamenopause.
 
Hal ini disebut dalam studi yang diterbitkan jurnal The Lancet. Pengobatan testosteron dianggap lebih aman diberikan dalam bentuk krim kulit ketimbang secara oral.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam studi tersebut para peneliti meninjau 46 laporan penggunaan testosteron. Laporan itu berdasarkan 36 uji coba terkontrol secara acak yang melibatkan perawatan testosteron antara tahun 1990 dan 2018.
 
Para peneliti mengamati dengan seksama bagaimana testosteron memengaruhi fungsi seksual, ukuran kognitif, kolesterol dan hasil kesehatan lainnya. Uji coba tersebut dilakukan terhadap 8.480 perempuan berusia 18 hingga 75 tahun.
 
Menurut para peneliti, dibandingkan dengan plasebo atau pengobatan hormon lain seperti estrogen, memakai testosteron selama setidaknya 12 minggu secara signifikan meningkatkan hasrat seksual, kesenangan, gairah, orgasme, dan daya tanggap. Citra diri dan frekuensi hubungan seksual yang memuaskan juga dirasakan perempuan pascamenopause.
 
Sedangkan untuk perempuan pramenopause, manfaat testostoren adalah pengurangan tekanan pribadi terkait seksual. Hal ini terlihat dalam satu studi kecil.
 
Dalam studi itu para peneliti menyebut testosteron merupakan angin segar untuk menangani permasalahan fungsi seksual perempuan pascamenopause. Hanya saja, peneliti masih membutuhkan uji lebih lanjut untuk mengklarifikasi efek pengobatan.
 
Studi mencatat terjadinya peningkatan berat badan secara keseluruhan pada perempuan yang melakukan perawatan testosteron serta pertumbuhan jerawat dan rambut. Akan tetapi peneliti tidak menemukan efek buruk lainnya.
 
"Sehingga dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mengetahui efek kesehatan muskuloskeletal dan kognitif. Serta keamanan jangka panjang," catat para peneliti, mengutip CNN.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif