Foto: Ike louie Natividad/Pexels)
Foto: Ike louie Natividad/Pexels)

Perbedaan Vegan dengan Vegetarian

Rona vegetarian vegan
Raka Lestari • 28 Mei 2019 17:06
Jakarta: Saat ini pola makan yang berbasis nabati atau diet vegan menjadi tren. Terutama bagi mereka yang sangat peduli terhadap kesehatan.
 
Ada banyak alasan mengapa seseorang beralih ke pola makan nabati. Sebab makanan yang diproses seminimal mungkin, atau berbasis nabati seringkali dikaitkan dengan penurunan berat badan dan berkurangnya risiko beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penurunan kognitif.
 
Pola makan yang berbasis nabati ini memiliki sebutan yang berbeda-beda, yaitu vegan dan vegetarian. Lalu apakah perbedaan di antara keduanya?

-Vegetarian

Vegetarian secara umum tidak mengonsumsi daging, unggas, atau makanan laut. Telur, susu atau makanan yang berbahan dasar susu biasanya masih dikonsumsi oleh mereka yang menganut vegetarian. "Mereka yang mengonsumsi telur sebagai satu-satunya sumber protein hewani disebut ovo-vegetarian," ujar Cynthia Sass, MPH, RD.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Cynthia menambahkan, bahwa mereka yang masih mengonsumsi susu dalam diet mereka disebut dengan lacto-vegetarian. Sedangkan yang mengonsumsi telur dan susu disebut lacto-ovo-vegetarian. Sementara Pescatarian adalah sebutan bagi mereka yang masih mengonsumsi ikan dan makanan laut, namun tidak mengonsumsi daging atau unggas.

-Vegan

Dikutip dari Health.com, seseorang yang menganut diet vegan umumnya tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewani. Seperti daging, unggas, makanan laut, telur, susu, atau berbagai jenis makanan yang berasal dari sumber hewani, termasuk madu dan gelatin.
 
Vegan biasanya tidak hanya untuk pola makan saja, mereka juga memliki gaya hidup di mana yang tidak menggunakan bahan apapun yang berasal dari hewan, termasuk kulit, bulu, wol, dan sutra. Produk rumah tangga, seperti kosmetik dan sabun juga tidak digunakan jika produk tersebut diuji pada hewan.
 
"Dari segi nutrisi, menghilangkan terlalu banyak makanan yang berasal dari hewani dapat menyebabkan kesulitan memenuhi beberapa nutrisi, seperti vitamin D, B12, zat besi, zinc, dan kalsium," ujar Cynthia.
 
Meskipun begitu, Cynthia menambahkan bahwa masih mungkin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut jika seseorang melakukan diet vegan. Asalkan selama dapat mengetahui sumber nabati apa saja yang mengandung nutrisi tersebut atau dengan menggunakan suplemen tambahan jika diperlukan. Ia juga menyarankan jika Anda ingin melakukan diet vegan sebaiknya mengonsultasikan dengan dokter gizi atau ahli nutrisi.
 
Pemenuhan Nutrisi Cegah Faktor "U"

 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif