NEWSTICKER
Banyak orang mungkin bertanya-tanya apakah ada risiko potensial untuk tetap terkena covid-19 melalui udara meskipun berada di kejauhan. (Ilustrasi/Pexels)
Banyak orang mungkin bertanya-tanya apakah ada risiko potensial untuk tetap terkena covid-19 melalui udara meskipun berada di kejauhan. (Ilustrasi/Pexels)

Apakah Covid-19 Menular Lewat Udara Atau Airborne?

Rona virus corona covid-19 social distancing
Raka Lestari • 20 Maret 2020 10:04
Jakarta: Social distancing merupakan gerakan yang digadang-gadan dapat mencegah penyebaran covid-19 yang sudah menjadi pandemi. Namun banyak orang mungkin bertanya-tanya apakah ada risiko potensial untuk tetap terkena covid-19 melalui udara meskipun berada di kejauhan?
 
Jika orang tanpa gejala tetap dapat menularkan virus tersebut, apakah ini berarti tetap ada kemungkinan untuk terpapar covid-19 ketika Anda keluar rumah?
 
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), karena ini adalah jenis virus baru maka masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai tingkat penyebarannya. Tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya, dan sejauh mana penyebarannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebaran covid-19, para ahli penyakit menular dapat menjelaskan apa yang mereka ketahui sejauh ini, apakah virus korona jenis baru ini dapat menyebar di udara atau tidak.
 
“Secara umum, patogen dianggap dapat menyebar melalui udara (airborne) ketika dapat menyebar melalui partikel yang lebih kecil yang terus berada di udara untuk jangka waktu yang lama,” kata Natasha Bhuyan, MD, seorang spesialis penyakit menular dan dokter keluarga di Phoenix, Arizona seperti dilansir Womens Health.
 
Berapa lama persisnya partikel virus tersebut bertahan di udara sebelum menghilang tergantung pada berbagai faktor. Termasuk suhu dan kelembaban daerah tersebut, dan faktor lainnya, menurut Rishi Desai, MD, mantan petugas dinas intelijen epidemi di divisi penyakit virus di CDC.
 
“Ketika seseorang yang terinfeksi covid-19 batuk atau bersin, tetesan atau percikan yang keluar dari hidung dan mulut mereka (droplet) mungkin dapat bertahan lama di udara,” ujar Dr Desai.
 
Namun para ahli masih belum mengetahui secara pasti berapa lama, baik beberapa detik atau lebih seperti berjam-jam virus tersebut bertahan di udara.
 
Menurut informasi terbaru dari CDC, sekalipun virus tersebut bertahan selama berjam-jam dari titik di mana seseorang meneteskan droplet, ada kemungkinan bahwa partikel-partikel udara tersebut hanya bisa menyebar sekitar enam kaki dari titik asal. CDC juga menambahkan bahwa transmisi udara dari orang ke orang dalam jarak jauh tidak mungkin terjadi.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif