Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Mengatasi Migrain Saat Menstruasi

Rona haid
Sri Yanti Nainggolan • 16 Juni 2018 19:00

Jakarta: Salah satu keluhan paling umum saat menstruasi adalah sakit kepala. Penyebab utamanya adalah fluktuasi hormon dimana tingkat estrogen menurun tajam. 
 
"Terkadang orang tak sadar bahwa hormon kita berhubungan dengan kimia otak dan keadaan mental. Perubahan hormon dapat berarti perubahan tingkat suasana hati dan kecemasan, atau mengalami gejala seperti pusing," ujar James Woods, MD, profesor kebidanan dan ginekologi di University of Rochester.
 
Para peneliti menemukan bahwa 20 persen wanita mengalami migrain saat menstruasi, atau dikenal dengan migrain menstruasi. Biasanya, gangguan tersebut terjadi dua hari sebelum menstruasi dan tiga hari setelah menstruasi dimulai. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebagian besar sakit kepala ini terkait dengan penurunan hormon," simpulnya. 
 
Dr Woods menambahkan, migrain tersebut bisa dicegah dengan pil KB. Beberapa wanita masih akan mengalami sakit kepala selama minggu saat tidak menggunakan pil tersebut (plasebo).
 
"Jika itu terjadi, dokter dapat merekomendasikan bahwa pasien tak perlu berada pada fase plasebo dan langsung memulai paket baru," tukasnya. 
 
"Anda dapat melakukannya selama beberapa tahun. Jika tidak ada perubahan hormon, Anda cenderung tidak akan mengalami sakit kepala."
 
Wanita yang mengalami menopause sering mengalami migrain menstruasi juga. Mengenakan tambahan estrogen untuk membantu menjaga level hormon tetap stabil selama masa transisi dan membantu mengurangi sakit kepala. 
 
Setelah seorang wanita berhenti mengalami menstruasi selamanya, migrain tersebut kemungkinan akan berhenti juga.
 
Obat anti-inflamasi nonsteroid yang dijual bebas (OAINS) dan penghilang rasa sakit dengan resep (seperti triptans) juga dapat membantu mengobati sakit kepala periode dan dapat menjadi solusi yang baik untuk wanita yang memilih untuk tidak atau tidak dapat mengambil KB hormonal. 
 
Namun, Dr Woods merekomendasikan berbicara dengan dokter terlebih dahulu tentang jenis \ obat apa yang terbaik untuk Anda.
 
 


 
(ASA)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif