Hot flashes atau rasa panas di tubuh biasanya muncul setelah wanita mengalami menopause atau perimenopause. (Foto: Christian Langballe/Unsplash.com)
Hot flashes atau rasa panas di tubuh biasanya muncul setelah wanita mengalami menopause atau perimenopause. (Foto: Christian Langballe/Unsplash.com)

Lima Pemicu Hot Flashes Selain Menopause

Rona menopause
Torie Natalova • 23 Februari 2018 15:52
Jakarta: Hot flashes atau rasa panas di tubuh biasanya muncul setelah wanita mengalami menopause atau perimenopause. Hot flashes bisa disertai dengan jantung berdebar, kulit memerah, berkeringat dan beberapa kasus juga disertai dengan menggigil.
 
Tetapi, tak sedikit pria maupun wanita dapat mengalami ini. Pakar kesehatan wanita Beth Battaglino mengatakan, hot flashes bisa menyerang kapan saja dan karena alasan yang berbeda-beda.
 
Berikut adalah pemicu hot flashes paling umum yang tidak berkaitan dengan menopause.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Obat-obatan
Hot flashes bisa terjadi karena efek samping dari beberapa obat. Opioid, antidepresan dan beberapa obat osteoporosis bisa memicu rasa panas tersebut. Perhatikan obat-obatan yang diminum serta efek sampingnya.
 
2. Kelebihan berat badan
Anda mungkin pernah mendengar bahwa lemak tubuh secara metabolik aktif yang membantu menjelaskan hubungan antara obesitas dan beberapa jenis kanker. Karena kelebihan berat badan bisa mengganggu metabolisme Anda, ini juga bisa memicu hot flashes.
 
Lima Pemicu Hot Flashes Selain Menopause
(Hot flashes atau rasa panas di tubuh biasanya muncul setelah wanita mengalami menopause atau perimenopause. Foto: Anders Nord/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Tiga Tahapan Menopause)
 
3. Alergi makanan atau sensitivitas
Hampir semua dari kita mengalami seperti hot flashes saat mengonsumsi makanan pedas. Tapi, jika Anda memiliki alergi makanan atau intoleransi makanan yang tidak teridentifikasi, sesuatu yang lain dalam makanan Anda bisa menjadi penyebabnya. Alkohol, kafein, dan aditif seperti sulfit adalah pemicu umum intoleransi atau alergi.
 
4. Kegelisahan
Ahli kesehatan mental cenderung menggunakan istilah kegelisahan untuk merujuk pada sisi fisik emosi seperti stres, ketakutan atau kekhawatiran. Jantung yang berdetak kencang dan kegelisahan adalah dua dari gejala kecemasan. Perasaan cemas bisa memicu gejala yang tidak nyaman.
 
5. Kondisi medis
Hampir semua masalah medis yang berkaitan dengan hormon atau sistem endokrin Anda dapat menyebabkan gejala seperti menopause. Secara khusus, masalah tiroid yang terlalu aktif bisa memicu rasa panas. Infeksi atau virus juga bisa menyebabkan hot flashes.
 

 

 


 
(TIN)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif