Orang dengan apa yang disebut sensitivitas natrium, kecenderungan genetik untuk mengalami lonjakan tekanan darah yang lebih besar dari natrium, harus menghindari garam. (Ilustrasi/Pexels)
Orang dengan apa yang disebut sensitivitas natrium, kecenderungan genetik untuk mengalami lonjakan tekanan darah yang lebih besar dari natrium, harus menghindari garam. (Ilustrasi/Pexels)

Kenapa Penting Mengurangi Konsumsi Natrium?

Rona garam
Sunnaholomi Halakrispen • 26 September 2020 16:05

 
Bahkan, ada klaim kesehatan bahwa MSG dapat menyebabkan segalanya mulai dari asma hingga sakit kepala hingga jantung berdebar-debar.
 
Namun, kekhawatiran tentang senyawa perisa ini tidak didasarkan pada bukti ilmiah. FDA (Administrasi Makanan & Obat Amerika Serikat) mengkategorikan MSG sebagai bahan yang aman dikonsumsi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meskipun beberapa orang melaporkan gejala setelah memakannya, para ilmuwan belum dapat meniru reaksi dalam penelitian dengan MSG dan plasebo. Penelitian telah gagal untuk menemukan hubungan yang pasti antara MSG dan sakit kepala atau asma.
 
Faktanya, terlepas dari reputasinya yang buruk sebagai bahan kimia berbahaya, monosodium glutamat adalah senyawa nabati sederhana. "MSG pada dasarnya adalah molekul natrium yang terkait dengan molekul glutamat yang diekstrak dari fermentasi pati, seperti jagung atau gula bit," papar Chef dan Ahli Diet Michele Redmond, MS, RDN, FAND.
 
Karena prevalensi MSG di alam, Anda mungkin sudah memakannya dalam makanan umum lainnya. "Glutamat secara inheren hadir dalam banyak makanan yang kita makan setiap hari, termasuk tomat, jamur, keju tua, dan daging," tutur Manaker. 
 
"Apakah Anda makan tomat atau makanan dengan MSG yang ditambahkan, tubuh kita memproses glutamat dengan cara yang sama. cara yang tepat," tambahnya.
 

 
(YDH)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif