Tidur kurang dari lima jam pada malam hari meningkatkan risiko trigliserida tinggi dan rendahnya kadar kolesterol baik (HDL) pada perempuan (Foto:Shutterstock)
Tidur kurang dari lima jam pada malam hari meningkatkan risiko trigliserida tinggi dan rendahnya kadar kolesterol baik (HDL) pada perempuan (Foto:Shutterstock)

Adakah Hubungan antara Peningkatan Kolesterol dengan Pola Tidur?

Rona kalbe nutritionals
Gervin Nathaniel Purba • 11 Oktober 2018 07:01
Jakarta: Kenaikan kadar kolesterol seseorang biasanya dikaitkan dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan dugaan korelasi antara kualitas tidur dengan meningkatnya kolesterol jahat (LDL).
 
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Sleep, para peneliti menemukan bahwa terlalu banyak dan terlalu sedikit jam tidur berdampak negatif pada tingkat lipid. Kesimpulan itu berdasarkan penelitian terhadap 1.666 pria dan 2.329 perempuan di atas usia 20 tahun.
 
Berikut ini hasil penelitian yang dirilis Sleep seperti dikutip Healthline.com.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Terlalu Lama dan Sedikit Tidur Turunkan HDL
 
Tidur kurang dari lima jam pada malam hari meningkatkan risiko trigliserida tinggi dan rendahnya kadar kolesterol baik (HDL) pada perempuan. Hal serupa juga terjadi jika tidur lebih dari delapan jam. Efek kelebihan tidur tidak begitu berdampak pada laki-laki.
 
2. Risiko Penyakit Kardiovaskular
 
Penelitian dari Journal of Cardiovascular Nursing menyebutkan orang yang tidur kurang enam jam setiap malamnya meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular akibat meningginya kadar LDL. 
 
3. Nafsu Makan Bertambah
 
Dalam studi lain yang diterbitkan oleh Sleep, kurang tidur akan meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan tinggi kolesterol, penurunan aktivitas fisik, dan peningkatan stres.
 
4. Perempuan Lebih Peka
 
Perempuan usia muda menunjukkan kepekaan lebih besar terhadap kebiasaan tidur mereka daripada laki-laki muda. Menariknya, kadar kolesterol dalam kelompok ini meningkat seiring penambahan jam tidur.
 
5. Pilihan Gaya Hidup
 
Para peneliti mengatakan pilihan gaya hidup berkontribusi terhadap peningkatan kolesterol. Beberapa orang dengan kebiasaan tidur yang buruk ditambah kebiasaan merokok, diet yang buruk, atau tingkat olahraga yang rendah makin rentan mengidap kolesterol tinggi.
 
Mulai sekarang, cobalah untuk tidur dengan waktu normal sekitar tujuh sampai delapan jam. Selain mulai memperbaiki pola tidur, penting untuk memperhatikan makanan yang Anda konsumsi setiap hari.
 
Kadar kolesterol akan tetap tinggi jika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans setiap hari. Misalnya, gorengan dan daging merah. Apalagi ditambah jarang berolahraga. Gaya hidup demikian dapat berpotensi membuat Anda terserang penyakit mematikan seperti penyakit jantung dan stroke.
 
Untuk menjaga kadar kolesterol tetap normal, kini ada solusi praktis, yaitu dengan minum Nutrive Benecol. Nutrive Benecol dilengkapi dengan kandungan Plant Stanol Ester (PSE) di dalamnya yang terbukti efektif menurunkan kadar kolesterol. 
 
Plant Stanol merupakan senyawa alami yang banyak terdapat dalam tanaman, seperti rye, kedelai, sayur-sayuran, minyak sayuran, nasi, buncis, jagung, gandum dan tanaman lainnya. Senyawa alami tersebut cepat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat.
 
Untuk mencapai manfaat maksimal, Anda disarankan minum dua sajian sehari setelah makan. Terdapat beberapa varian smoothies dengan rasa enak yaitu blackcurrant, strawberry, orange, dan lychee. Ada juga Nutrive Benecol Cereal dengan rasa yang lezat, yaitu vanilla veggie mix dan chocolate. 
 
Nutrive Benecol, cara enak turunkan kolesterol.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif