Ilustrasi-Unsplash
Ilustrasi-Unsplash

Hubungan Jet Lag dengan Penyakit Jantung

Rona kesehatan jantung
Kumara Anggita • 21 Februari 2020 16:07
Jakarta: Belakangan jet lag dengan penyakit jantung sering dibicarakan publik. Tapi apakah ada hubungannya dengan serangan jantung?
 
Sebelumnya, kita lebih dulu mengulas penyebab jet lag. Berikut penjelasannya oleh Psikiater, Dr. Enjeline Hanafi SpKJ dari RSCM FK UI.
 
Dokter Enjeline menjelaskan bahwa jet lag ditandai dengan keluhan tidak bisa tidur. Bisa juga perasaan mengantuk secara terus menerus. Jet lag dikaitkan dengan perjalanan beda zona waktu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, jet lag digolongkan sebagai gangguan tersendiri. Akan tetapi saat ini dianggap sebagai bagian dari gangguan tidur akibat masalah ritme sirkardia. Untuk melihat jet lag sebagai sebuah gangguan, Anda bisa melihat apakah kondisi tersebut sudah menganggu fungsi sehari-hari.
 
Gejala jet lag:
-Adanya gangguan fungsi individu pada siang hari
-Munculnya rasa lesu
-Ada rasa pegal di seluruh tubuh
-Mual
-Diare atau konstipasi yang terjadi pada periode perjalanan

“Gejala ini dapat dikatakan sebagai jet leg bila terjadi pada atau setelah maksimal 2 hari perjalanan beda zona waktu,” ujarnya kepada Medcom.id.

Lalu apa kaitannya antara jet lag dengan penyakit jantung? Menurut dokter Enjeline, jet lag ada hubungannya dengan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Ini ada kaitannya dengan gejala jet lag yang membuat seseorang susah tidur (jadi ada masalah di hormon), stres karena merasa tidak nyaman, tidak aktif karena tubuh terasa lesu dan pegal,” ujar dr. Enjelina.
 
Saat ini terjadi pastikan Anda sesegera mungkin terlepas dari jet lag tersebut. Untuk itu, berikut cara mencegah dan menghilangkan jet lag:
-Memaparkan diri pada cahaya selama perjalanan di pesawat
-Menjadwalkan tidur dan seperti biasa sesuai dengan waktu di tempat tujuan (bukan waktu di tempat asal).
-Menjadwalkan makan seperti biasa sesuai dengan waktu di tempat tujuan
-Minum obat
 
“Terkadang obat juga membantu. Yang sering digunakan itu obat kombinasi tidur dan stimulan seperti kafein, atau yang juga sering dugunakan itu melatonin atau obat sejenis melatonin,” jelasnya.
 
Hubungan <i>Jet Lag</i> dengan Penyakit Jantung
Kaitan penyakit jantung dengan gejala jet lag bisa membuat seseorang susah tidur (jadi ada masalah di hormon), stres karena merasa tidak nyaman, tidak aktif karena tubuh terasa lesu dan pegal. (Foto: Pexels)
 
Naivedh Bhat, seorang mahasiswa dari Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia pernah menjalankan magang di City of Hope National Cancer Centre Duarte, California, Amerika pada 2018. Ia mengeluhkan hal yang serupa setibanya dia di California yang memiliki perbedaan waktu hingga 15 jam dari Indonesia.
 
Walaupun berada di dalam pesawat selama 13 jam dan dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan naik bis dan kereta selama dua jam, Naivedh tetap merasa segar-segar saja dan tidak merasa ngantuk.
 
Namun, 12 jam kemudian setelah berada di California, Naivedh baru merasakan sakit di bagian perutnya. Rasa sakitnya tidak biasa, sampai membuatnya ingin pingsan.
 
Naivedh pun memaksa untuk tidur, dan keesokan harinya dia terbangun dalam keadaan begitu lelah dan pusing. Seolah Naivedh tidak memiliki energi untuk bangun.
 
Hal ini terjadi setiap hari selama satu minggu. Karena Naivedh tahu bahwa apa yang dirasakannya adalah gejala jet lag dan dia masih bisa menjalankan aktivitas seperti biasa, Naivedh membiarkan saja sampai tubuhnya bisa beradaptasi.
 
Itulah gejala-gejala yang ditimbulkan dari jet lag. Bila Anda mengalaminya, Anda bisa beristirahat secukupnya dan melakukan aktivitas seperti biasa sampai tubuh bisa beradaptasi.
 

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif