Penelitian yang terbit dalam jurnal Human Reproduction menyoroti kemungkinan perubahan berat antara bayi yang lahir pada tahun-tahun awal teknik bayi tabung. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Penelitian yang terbit dalam jurnal Human Reproduction menyoroti kemungkinan perubahan berat antara bayi yang lahir pada tahun-tahun awal teknik bayi tabung. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Penelitian: Berat Badan Bayi Hasil Program In Vitro Makin Tinggi

Rona penelitian bayi tabung
Anda Nurlaila • 18 Maret 2019 12:44
IVF (Fertilisasi in vitro atau pembuahan in vitro, atau sering disebut bayi tabung) kini semakin berkembang. Dalam penelitian dari University of Manchester ditemukan berat badan bayi IVF meningkat. Mereka menduga peningkatan berat badan bayi tersebut naik secara bertahap.
 

 
Jakarta:
Sebuah studi baru yang dipimpin ilmuwan Universitas Manchester mengungkapkan bahwa bayi yang dilahirkan melalui program In Vitro di Rumah Sakit St Mary Manchester mengalami kenaikan berat lahir hampir 200 gram selama 25 tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penelitian yang terbit dalam jurnal Human Reproduction menyoroti kemungkinan perubahan berat antara bayi yang lahir pada tahun-tahun awal teknik IVF (Fertilisasi in vitro atau pembuahan in vitro, atau sering disebut bayi tabung) diperkenalkan dan saat ini.
 
Anak-anak yang lahir dalam tahun-tahun pertama perawatan IVF menunjukkan bahwa mereka cenderung memiliki berat badan lahir rendah. Berat lahir yang rendah dibanding anak non-IVF membawa kemungkinan risiko masalah kesehatan di masa dewasa nanti.
 
Dalam makalah yang terbit November 2018, studi yang dipimpin Profesor Daniel Brison menunjukkan bahwa embrio beku tampaknya mengimbangi risiko serta menghasilkan bayi dengan berat lahir lebih normal dan pertumbuhan dini. Sebagian besar embrio IVF ditanamkan segar. Tekniknya juga telah berubah dibanding tahun-tahun awal.
 
Studi terbaru ini juga menunjukkan selain peningkatan tingkat keberhasilan IVF, berat lahir juga meningkat, rata-rata hampir 180 g selama 25 tahun atau hanya dibawah 10 persen.
 
Meski tidak dapat mengidentifikasi alasan mengapa berat badan bayi IVF meningkat, mereka menduga peningkatan berat badan tersebut naik secara bertahap.
 
Penelitian: Berat Badan Bayi Hasil Program In Vitro Makin Tinggi
(IVF (Fertilisasi in vitro atau pembuahan in vitro, atau sering disebut bayi tabung) kini semakin berkembang. Dalam penelitian dari University of Manchester ditemukan berat badan bayi IVF meningkat. Mereka menduga peningkatan berat badan bayi tersebut naik secara bertahap. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
(Baca juga: Ini Alasan Mengapa Makin Banyak Pasangan Muda Melakukan Program Bayi Tabung)
 
Profesor Brison mengatakan, "Meskipun terlalu dini untuk mengetahui apakah akan ada dampak kesehatan jangka panjang pada anak-anak IVF sebelumnya, efeknya pada beberapa kasus kecil. Tapi penting memantau kesehatan anak-anak IVF dan mengubah praktik  IVF agar membuat perawatan seaman mungkin."
 
Penelitian ini menunjukkan risiko kesehatan yang dialami generasi IVF terbaru mungkin lebih rendah. Sebab, teknik IVF telah berubah secara nyata selama 25 tahun terakhir. Meski demikian, para peneliti belum mengetahui teknik apa yang membuat perubahan besar tersebut.
 
Penelitian ini adalah studi retrospektif dari hampir 3.000 kelahiran tunggal di Rumah Sakit St Mary Manchester. Sementara makalah yang terbit November merupakan studi berbasis register nasional.  
 
Riset ini menghubungkan daftar HFEA semua anak-anak IVF ke database bersalin di Skotlandia dengan catatan berat lahir dan pertumbuhan 5000 anak yang lahir melalui proses IVF. Kedua studi ini didanai oleh hibah sains Uni Eropa.
 
Proses IVF di Indonesia juga telah bisa dilakukan, antara lain di Morula IVF Indonesia, RSCM Kencana, dan di Rumah Sakit Bunda Menteng.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif