Mengutip pernyataan dari Jeff Bezos, founder dari Amazon personal branding sendiri adalah apa yang orang-orang bicarakan mengenai diri Anda ketika Anda sedang tidak ada di tempat tersebut. (Foto: Kevin Laminto/Unsplash.com)
Mengutip pernyataan dari Jeff Bezos, founder dari Amazon personal branding sendiri adalah apa yang orang-orang bicarakan mengenai diri Anda ketika Anda sedang tidak ada di tempat tersebut. (Foto: Kevin Laminto/Unsplash.com)

Mengenal Istilah Personal Branding

Rona psikologi
Raka Lestari • 08 Maret 2018 09:20
Jakarta: Saat ini istilah personal branding sudah cukup banyak dikenal oleh masyarakat luas. Tetapi masih ada juga yang masih belum mengetahui apakah arti dari personal branding itu sendiri.
 
Apakah personal branding? Mengutip pernyataan dari Jeff Bezos, founder dari Amazon personal branding sendiri adalah apa yang orang-orang bicarakan mengenai diri Anda ketika Anda sedang tidak ada di tempat tersebut.
 
“Sederhananya, personal branding pada saat di satu kelas sedang membuat kelompok. Tapi ada seseorang yang dia tidak mendapatkan kelompok. Nah itu berarti dia memiliki masalah dalam personal branding,” ujar Amalia E. Maulana, Ph.D. seorang konsultan Branding & Etnografer dari ETNOMARK Consulting pada acara “Stand Out From The Crowd” di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu 7 Maret 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengenal Istilah Personal Branding
(Manfaat dari memiliki personal branding sendiri adalah kita bisa memliki jumlah teman-teman atau soulmate yang akan meningkat. Foto: Bewakoof.com Official/Unsplash.com)
 
(Baca juga: Rahasia Percaya Diri Bunga Citra Lestari)
 
Personal branding bukan hanya dibutuhkan oleh orang-orang yang terkenal saja. “Personal branding bukan hanya untuk selebriti, politisi ataupun CEO.
 
Branding itu dengan menjadi diri kita sendiri bukan dengan menjadi orang lain atau meminjam kekuatan orang lain. Karena kebahagiaan dan kenyamanan setiap orang berbeda-beda,” ujar Amalia.
 
Manfaat dari memiliki personal branding sendiri adalah kita bisa memliki jumlah teman-teman atau soulmate yang akan meningkat. “Dengan memiliki soulmate yang banyak ini ibaratnya kita memiliki tabungan sehingga saat kita sedang mengalami kesulitan soulmate kita ini akan bisa membantu kita menghadapinya,” ujar Amalia. 
 

 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif