Menurut Colin Cameres, profesor perilaku ekonomi di Caltech, kelompok testosteron pada penelitian tersebut lebih cepat membuat penilaian pada otak. (Foto: Deadseriousness)
Menurut Colin Cameres, profesor perilaku ekonomi di Caltech, kelompok testosteron pada penelitian tersebut lebih cepat membuat penilaian pada otak. (Foto: Deadseriousness)

Ini Alasan Pria tidak Mau Mengakui Kesalahannya

Rona psikologi
Torie Natalova • 12 Mei 2017 09:17
medcom.id, Jakarta: Berbeda pendapat adalah hal yang wajar terjadi dalam sebuah hubungan. Saat masuk dalam pertengkaran, pria seringkali menolak untuk mengakui bahwa dia salah dan Anda merasa sudah melakukan hal yang benar.
 
Jika kedua pasangan tidak mau mengalah, rasa kesal pasti muncul yang bisa memicu retaknya hubungan Anda dan dia. Menurut sains, ada alasan di balik sikap keras kepala pria yang tak mau mengalah.
 
Ini Alasan Pria tidak Mau Mengakui Kesalahannya

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para ilmuwan telah menemukan pria dengan kadar testosteron tinggi memiliki kecenderungan untuk berpikir bahwa mereka benar ketika sebenarnya mereka tidak benar.
 
Ditambah lagi, kecenderungan ini jauh lebih tinggi dibanding orang lain dengan hormon yang lebih sedikit di tubuh mereka. 
 
(Baca juga: 6 Aturan Dasar Kembali ke Mantan Kekasih)
 
Menurut Colin Cameres, profesor perilaku ekonomi di Caltech, kelompok testosteron pada penelitian tersebut lebih cepat membuat penilaian pada otak. 
 
Ini Alasan Pria tidak Mau Mengakui KesalahannyaTestosteron menghambat proses pengecekan mental terhadap pekerjaan Anda atau meningkatkan perasaan intuisi yang mengatakan "saya memang benar".
 
Penelitian dilakukan terhadap kelompok dengan testosteron lebih dan sedikit. Mereka ditanya masalah matematika dan mereka yang memiliki hormon berlebih cenderung lebih banyak salah. Mereka menjawab 20 persen pertanyaan lebih sedikit dibanding yang lain.
 
Selain itu, mereka sampai pada kesimpulan yang salah dengan sangat cepat. Kemudian, setelah mereka diberitahu bahwa jawabannya salah, butuh waktu lama untuk benar-benar mendapatkan jawaban yang benar.
 
Ternyata, ini karena testosteron meningkatkan kepercayaan diri orang. Ketika rasa percaya diri meningkat, secara otomatis akan membuat pria merasa sudah benar dan tidak ragu untuk memperbaiki kesalahnnya.
 

 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif