Disinfektan alami tidak kalah efektif dengan disinfektan kimia dalam membasmi kuman, bakteri, atau virus. (Foto: Antara/Ghalih Pradipta)
Disinfektan alami tidak kalah efektif dengan disinfektan kimia dalam membasmi kuman, bakteri, atau virus. (Foto: Antara/Ghalih Pradipta)

5 Disinfektan ALami yang dapat Membunuh Kuman

Rona disinfektan
Raka Lestari • 21 Agustus 2020 11:02
Jakarta: Disinfektan alami tidak kalah efektif dengan disinfektan kimia dalam membasmi kuman, bakteri, atau virus. Dan ketika menggunakan disinfektan alami, pastikan untuk menggunakannya pada konsentrasi yang cukup untuk bisa membunuh patogen.
 
Seperti dilansir Insider, berikut ini adalah beberapa disinfektan alami yang bisa dengan mudah Anda temukan:

Alkohol

“Alkohol merupakan salah satu alternatif yang efektif untuk menggantikan disinfektan kimiawi,” ujar Andrei Tadique, seorang ahli farmasi di Emergent BioSolutions. Alkohol membunuh kuman dengan menghancurkan dinding selnya, tetapi hanya efektif bila digunakan pada konsentrasi yang cukup tinggi yaitu sekitar 60% atau lebih.

Hidrogen peroksida

Hidrogen peroksida tidak seefektif beberapa disinfektan kimiawi, seperti pemutih, tetapi efektif membunuh virus dan bakteri, menurut Centers for Disease Control (CDC). Menurut sebuah studi pada tahun 2018 yang diterbitkan dalam Antimicrobial Resistance and Infection Control, para peneliti menemukan bahwa hidrogen peroksida lebih efektif dalam membunuh beberapa bentuk bakteri daripada senyawa amonium kuaterner, yang biasanya ditemukan dalam disinfektan kimia.

Cuka

Cuka juga biasa digunakan sebagai disinfektan alami. Dan meskipun memiliki beberapa sifat disinfektan, cuka tidak seefektif alkohol atau hidrogen peroksida dalam membunuh patogen. Bahan utama dalam cuka, asam asetat, membantu mengurai kotoran dan dapat mengurangi bakteri pada permukaan yang kotor. Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal American Society for Microbiology menemukan larutan yang mengandung cuka sebanyak 10 persen efektif dalam membunuh bakteri penyebab tuberkulosis.

Air panas

Air panas secara efektif dapat membunuh bakteri dan virus, tetapi air harus setidaknya 140 hingga 150 derajat Fahrenheit, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Air mendidih, yaitu sekitar 212 derajat Fahrenheit sering digunakan untuk membunuh patogen saat memasak atau memanaskan kembali makanan. Tentu saja, air panas lebih baik jika dikombinasikan dengan sabun atau disinfektan lain, seperti saat Anda mencuci piring atau pakaian.

Minyak esensial

“Beberapa minyak esensial, seperti nilam dan kayu manis, mungkin agak efektif melawan strain virus dan bakteri tertentu,” kata Tadique.
 
"Jika Anda benar-benar berkomitmen untuk menggunakan minyak esensial dalam rutinitas pembersihan Anda, saya sarankan menggunakan sedikit minyak untuk memberikan wewangian pada bahan desinfektan yang lebih kuat seperti alkohol atau cuka," tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
(YDH)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif