Ini Alasan Terjadinya Halusinasi saat Tidur (Foto: shutterstock)
Ini Alasan Terjadinya Halusinasi saat Tidur (Foto: shutterstock)

Ini Alasan Terjadinya Halusinasi saat Tidur

Rona tidur
Torie Natalova • 10 Januari 2017 15:30
medcom.id, Jakarta: Anda mungkin pernah atau bahkan sering mengalami mimpi buruk saat tidur hingga akhirnya terbangun karena kaget. Mengalami mimpi yang realistis, sering dan mengganggu tepat sebelum Anda bangun merupakan fenomena yang dikenal sebagai halusinasi hypnopompic.
 
Sekitar delapan persen orang di usia 15-44 tahun dilaporkan mengalami fenomena tersebut. Ini berdasarkan temuan dan  studi dari Stanford University.
 
Saat merasakan fenomena ini, Anda merasa masih tertidur, padahal sebenarnya, Anda benar-benar dalam transisi waktu antara tidur dan terjaga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena Anda tidak benar-benar tertidur saat fenomena ini terjadi, "mimpi" ini bukanlah mimpi. Inilah sebabnya mereka secara resmi disebut sebagai halusinasi.
 
Otak Anda berada dalam bagian semi terjaga dan semi tertidur. Bagian dari ini masih dalam gerakan mata cepat atau REM (rapid eye movement). REM merupakan tahapan tidur yang dalam dimana otak lebih aktif, sehingga memungkinkan untuk Anda mengalami mimpi yang intens.
 
Ketika Anda mulai membangunkan, citra mimpi dari REM tidur mengganggu keadaan sadar Anda. Hal ini menyebabkan Anda mengalami halusinasi. Halusinasi hypnopompic seakan dapat dilihat nyata seperti melihat adegan atau situasi dalam pikiran Anda. Auditori, seperti Anda mendengar sesuatu misalnya mengetuk pintu atau seseorang memanggil nama Anda, ataupun Anda merasa seperti ada sesuatu yang menyentuh tubuh Anda.
 
Anda dapat mengalami ini saat mimpi yang biasa terjadi pada saat Anda tidur. Tapi, karena halusinasi ini tampak begitu jelas, mereka dapat mengganggu bahkan menakutkan untuk Anda.
 
Setiap orang berpotensi mengalami fenomena ini. Namun, ini biasanya lebih umum terjadi pada orang yang menghabiskan lebih banyak waktu tidur pada tahap REM. Hal ini disebabkan kurang tidur, mengonsumsi obat-obatan tertentu atau bahkan mengalami gangguan tidur seperti narkolepsi.
 
Banyak orang yang mengalami halusinasi hypnopompic mengalami kelumpuhan tidur atau sleep paralysis, keadaan dimana saat Anda tersadar namun Anda tidak bisa berbicara atau menggerakkan anggota tubuh.
 
Anda yang sering mengalami halusinasi hypnopimpic dapat mengurangi faktor risikonya yaitu kurang tidur. Atur waktu tidur Anda dengan mempertahankan siklus tidur menjadi lebih teratur dan memastikan tidur cukup 7-8 jam setiap malam.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(ELG)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif