(Ilustrasi/Pexels)
(Ilustrasi/Pexels)

Penjelasan Dokter soal Pneumonia

Rona pneumonia
Sunnaholomi Halakrispen • 18 Januari 2020 13:03
Jakarta: Kabar adanya penyebaran penyakit pneumonia misterius di Tiongkok telah menggemparkan dunia. Penyakit pneumonia sendiri merupakan infeksi atau peradangan akut yang terjadi di jaringan paru.
 
Peradangan ini bisa disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Di antaranya, bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia, maupun kerusakan fisik paru. Tak pandang usia, penyakit ini bisa menyerang siapapun.
 
"Pneumonia dapat menyerang siapa saja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia, namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia," ujar dr. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR, selaku Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) di Rumah PDPI, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat, 17 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ada tiga jenis pneumonia, yakni community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas, hospital acquired pneumonia (HAP), dan ventilator associated pneumonia (VAP). Ketiganya dibedakan dari sumber infeksi itu sendiri.
 
"Pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu pneumonia komunitas," tuturnya.
 
Gejala yang muncul pada penyakit pneumonia ialah demam, lemas, batuk kering, dan sesak bernapas. Namun, ada juga ditemukan kondisi gejala yang lebih berat. Terutama pada orang dengan lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain, karena memiliki risiko lebih tinggi.
 
Sementara itu, pneumonia misterius yang hingga kini belum terdeteksi penyebabnya, terjadi di Wuhan, Tiongkok. Dr. Agus menyatakan bahwa metode transmisi dan masa inkubasi belum diketahui.
 
"Berdasarkan investigasi beberapa institusi di Wuhan, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar ikan, akan tetapi belum ada bukti yang menunjukkan penularan dari manusia ke manusia," paparnya.
 
Dari 27 kasus yang ditemukan dalam kejadian di Wuhan pada akhir Desember 2019, bertambah menjadi 59 kasus. Rentang usia penderitanya antara 12-59 tahun. Laporan kematian pertama pada pasien berusia 61 tahun dengan penyakit penyerta, yakni penyakit liver kronis dan tumor abdomen atau perut. 
 
Dari 50 pasien lainnya yang sedang menjalani perawatan, dua pasien sudah dinyatakan boleh pulang, dan tujuh pasien masih dalam kondisi yang serius. Berdasarkan kasus terjadi tersebut, hasil pengkajian telah dipikirkan untuk menemukan keterkaitan penyakit misterius ini dengan penuakit lain.
 
"Dipikirkan kemungkinan etiologi kasus-kasus ini terkait dengan Severe Acute Respiratory Infection (SARS) yang disebabkan coronavirus dan pernah menimbulkan pandemi di dunia pada tahun 2003. Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) merilis Betacvoronavirus yang menjadi outbreak di Wuhan, terdapat lima genom baru, yang berbeda dari SARS-coronavirus dan MERS-Coronavirus," pungkasnya.
 
Coronavirus sendiri masih merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek, juga penyakit yang serius seperti MERS dan SARS. Beberapa coronavirus diketahui beredar diperedaran darah hewan.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif