Ilustrasi-Freepik
Ilustrasi-Freepik

Apakah Pil KB Menyebabkan Migrain?

Rona kesehatan alat kontrasepsi
Sunnaholomi Halakrispen • 22 Agustus 2020 06:05
Jakarta: Benarkah pil KB (keluarga berencana) menyebabkan migrain? Sejatinya, estrogen dalam kontrasepsi hormonal dapat membuat sakit kepala lebih parah pada beberapa orang dan berdampak lebih baik daripada yang lain.
 
Orang dengan migrain yang mengonsumsi pil yang mengandung estrogen mungkin lebih mungkin mengalami stroke. Oleh sebab itu, penting untuk mendiagnosis jenis sakit kepala yang dialami seseorang dan memilih kontrasepsi hormonal yang sesuai.
 
Dikutip dari Medical News Today, beberapa pil KB mengandung hormon yang mencegah ovarium melepaskan sel telur. Jenis pil lain membuat telur lebih sulit ditanamkan di lapisan rahim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa orang sensitif terhadap hormon dalam pil KB, terutama estrogen. Penderita migrain mungkin sangat sensitif terhadap perubahan hormonal. Mereka mungkin memperhatikan bahwa sakit kepala mereka semakin parah pada titik-titik tertentu selama siklus menstruasi mereka.
 
Di sisi lain, seseorang yang menggunakan kontrasepsi hormonal biasanya mengonsumsi pil aktif, yang mengandung hormon, selama tiga minggu. Juga pil tidak aktif, yang tidak mengandung, selama satu minggu.
 
Ketika seseorang meminum pil tidak aktif, kadar estrogennya tiba-tiba turun. Ini bisa memicu sakit kepala, termasuk migrain. Orang yang tiba-tiba mengalami peningkatan sakit kepala saat mulai minum pil KB kemungkinan besar bereaksi terhadap perubahan hormon ini.
 
Sementara itu, migrain sering terjadi dengan gejala lain, seperti mual, muntah, kepekaan terhadap cahaya, aura visual, yang dapat muncul sebagai kilatan di sudut penglihatan. Migrain dapat mulai muncul saat seseorang sedang tidur atau sebagai respons terhadap pemicu tertentu.
 
Namun, migrain berbeda dengan sakit kepala karena tegang, yang seringkali dapat diperbaiki dengan tindakan pijatan. Migrain juga sering bertambah parah saat seseorang berdiri dan bergerak. Nyeri biasanya berupa sensasi berdenyut di satu sisi kepala.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif