Ilustrasi--Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Ilustrasi--Foto: Antara/M Risyal Hidayat

Kemenkes Tidak Menganjurkan Bilik Disinfektan

Rona disinfektan
Sunnaholomi Halakrispen • 08 Juli 2020 09:06
Jakarta: Sejumlah tempat dikabarkan menempatkan bilik disinfektan untuk digunakan sebagai pembersih tubuh manusia demi hilangnya bakteri dan virus. Agar masyarakat tidak salah paham, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan aturan terkait bilik disinfektan.
 
"Kami akhirnya mengeluarkan anjuran atau peraturan atau surat edaran, yaitu tidak dianjurkan menggunakan bilik disinfeksi kepada manusia," ujar Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, dalam webinar bersama Indonesia Hygiene Forum. 
 
Ia menekankan bahwa sebenarnya bilik disinfektan lebih kepada sarana prasarana. Sebab, jika terkena ke kulit akan merusak dan jika terhirup ke pernapasan bisa mengganggu terhadap jangka panjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Walaupun di media masih ada yang menyalahgunakan, hal-hal yang tidak efektif masih di-share," tuturnya.
 
Lalu, kenapa masih ada pemahaman keliru tentang pemasangan dan penggunaan bilik disinfektan? Terlebih, bilik disinfektan digunakan untuk manusia.
 
"Berbagai cara sudah kami sampaikan melalui media, surat edaran, dan hal-hal tentang kenapa ini dilarang. Tetapi secara psikologis sudah ada yang melakukan maka ketika mau dihilangkan mereka menjadi ragu-ragu," jelasnya. 
 
"Di pasar Bandung ternyata ada empat bilik yang dipasang, tetapi sudah tidak berfungsi sebenarnya. Sudah sadar sebenarnya, tetapi untuk mencopot enggak enak secara psikologis. Mungkin enggak enak dengan pihak yang nyumbang atau bagaimana," tambahnya.
 
Sementara itu, kata dr. Imran, di Nusa Tenggara Barat sempat digerakkan oleh pemerintah setempat untuk UMKM mengembangkan bilik disinfektan. Bahkan, sejumlah obyek vital pun dipasangkan bilik disinfektan. Maka dari itu, warga segan untuk mencopotnya.
 
Hal tersebut menggambarkan bahwa masih ada masyarakat yang belum paham tentang bahaya penggunaan disinfektan terhadap kulit manusia. Meskipun, sudah disosialisasikan oleh Kemenkes. 
 
"Jadi sebenarnya harusnya diubah menjadi sabun dan air sebagai pengganti bilik disinfektan. Tetapi ya kita harus terus menerus mengingatkan tentang apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan," pungkasnya.
 

 

(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif