Otak merasakan stres atau kecemasan dan melepaskan kortisol dari adrenal sebagai hasilnya. (Foto Ilustrasi: Pexels)
Otak merasakan stres atau kecemasan dan melepaskan kortisol dari adrenal sebagai hasilnya. (Foto Ilustrasi: Pexels)

Stres Memengaruhi Kenaikan Gula Darah

Rona diabetes stres
Torie Natalova • 26 Maret 2019 16:52
Tak hanya berasal dari makanan atau minuman, diabetes juga bersumber dari kondisi Anda yang kerap dilanda stres. Sebab saat Anda mengalami stres, tubuh Anda mengaktifkan respon fisiologis "lawan atau lari".
 
Jakarta:
Makanan padat gula dan karbohidrat sederhana dapat meningkatkan gula darah yang berisiko terhadap penyakit diabetes. Namun, selain makanan dan minuman, ada faktor lain yang ternyata dapat menyebabkan gula darah naik, yaitu stres.
 
Sebagian besar dari Anda mungkin tidak mengetahui bahwa stres dapat menaikkan gula darah. Untuk itu penting memahami hubungan antara tingkat stres dan glukosa darah Anda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gula darah tinggi dapat menyebabkan banyak penyakit serius seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Selain itu, meskipun Anda sudah mencoba berbagai macam diet, stres yang tidak dapat dikendalikan dapat meningkatkan gula darah Anda.
 
Bahkan, ketika Anda tidak makan atau hanya makan lemak dan protein saja. Saat Anda mengalami stres, tubuh Anda mengaktifkan respon fisiologis "lawan atau lari". Bagian dari respons ini melibatkan tubuh Anda melepaskan gula darah ke dalam aliran darah Anda, sehingga dapat menggunakannya segera dalam situasi darurat.
 
Misalnya, jika Anda melarikan diri dari situasi berbahaya, Anda akan membutuhkan energi cepat yang disediakan oleh glukosa dalam darah Anda.

Baca juga: Ketahui Manfaat dan Keburukan Diet Pegan

Namun, masalah terjadi ketika Anda selalu stres. Ketika ini terjadi, Anda mendapatkan pelepasan gula darah yang konstan, menyebabkan lebih banyak insulin untuk dilepaskan.
 
Kondisi insulin yang tinggi atau disebut hiperinsulinemia, pada dasarnya menyebabkan tubuh Anda mencoba untuk memaksa glukosa kembali ke sel. Insulin juga merupakan salah satu hormon yang memberi sinyal ke tubuh Anda untuk menyimpan lemak. Inilah yang menjelaskan mengapa orang sering mengalami kenaikan berat badan ketika mengalami stres.
 
Otak merasakan stres atau kecemasan dan melepaskan kortisol dari adrenal sebagai hasilnya. Kemudian, pesan dari otak yang melakukan perjalanan ke tubuh untuk melepaskan gula darah dan meningkatkan glukoneogenesis hati yakni suatu proses yang meregenerasi glukosa. Setelah seluruh peristiwa penuh tekanan berakhir, sinyal ke otak akan berhenti.
 
Sebenarnya, kondisi ini baik-baik saja jika jarang terjadi. Tapi, jika stres terjadi beberapa kali seminggu, setiap hari atau setiap jam, ini dapat membuat tubuh Anda benar-benar bingung, ditambah banyaknya glukosa yang mengapung di dalam aliran darah yang sebenarnya tidak diperlukan oleh otot dan tubuh.
 
Anda mungkin tidak dapat menghindari stres sama sekali. Setidaknya, catat atau ingat kembali apa saja situasi stres dan memicu kecemasan yang sering Anda temui secara teratur. Kurang tidur juga dapat meningkatkan stres. Ketahui dan kelola stres Anda dengan baik untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif