Dan hasilnya menunjukkan bahwa minuman bersoda mungkin tidak baik dalam jangka panjang, seperti yang dilaporkan oleh HealthDay.com.
Menurut penelitian, yang dipublikasikan di American Journal of Preventive Medicine, wanita yang mengonsumsi gula dalam jumlah tinggi mungkin akan berpengaruh pada kemampuan pemecahan masalah secara nonverbal dan kemampuan mengingat secara verbal pada anak-anak mereka. Terutama jika gula yang dikonsumsi berasal dari minuman dengan pemanis gula tambahan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dr Juliana Cohen, penulis utama studi ini mencatat bahwa meminum diet soda ketika hamil tampaknya berkaitan dengan penurunan keterampilan motorik halus pada anak-anak di bawah 3 tahun dan melemahnya keterampilan verbal pada pertengahan masa kanak-kanak, yaitu sekitar usia 7 tahun.

(Dibandingkan mengonsumsi minuman manis, mengonsumsi buah-buahan secara utuh adalah cara yang lebih baik untuk meningkatkan keterampilan motorik visual dan keterampilan verbal. Foto: Anna Kolosyuk/Unsplash.com)
(Baca juga: Pentingnya USG Sebelum Usia Kehamilan 13 Minggu)
Ia juga mengatakan jika anak-anak itu sendiri yang mengonsumsi minuman-minuman manis secara berlebihan akan berdampak lebih buruk, karena kelebihan gula berkaitan dengan kehilangan kemampuan untuk mengingat dan kesulitan belajar.
"Semua orang menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka, dan salah satu cara untuk mencegah anak Anda mendapatkan asupan yang tidak sehat adalah dengan mengawasi dan membatasi asupan tambahan gula, terutama minuman manis seperti minuman sari buah, minuman isotonik, dan soda."
Dibandingkan mengonsumsi minuman manis, mengonsumsi buah-buahan secara utuh adalah cara yang lebih baik untuk meningkatkan keterampilan motorik visual dan keterampilan verbal yang lebih baik di kemudian hari pada anak-anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
