Selain gigi berlubang, menyikat gigi hanya sekali sehari dapat menyebabkan efek serius lainnya, termasuk gingivitis. (Foto: Moose Photos/Pexels)
Selain gigi berlubang, menyikat gigi hanya sekali sehari dapat menyebabkan efek serius lainnya, termasuk gingivitis. (Foto: Moose Photos/Pexels)

Dampak yang Terjadi jika Jarang Menyikat Gigi

Rona tips merawat gigi
Raka Lestari • 23 September 2019 16:18
Jakarta: Menyikat gigi merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam menjaga kesehatan gigi. Beberapa ahli menyarankan untuk menyikat gigi sebanyak dua kali sehari, yaitu ketika pagi dan malam hari untuk mendapatkan manfaat terbaik.
 
Kendati begitu, masih banyak orang yang hanya menyikat gigi satu kali sehari saja. Hal itu tentu akan berpengaruh juga pada kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut Anda.
 
"Bakteri tumbuh subur pada makanan yang tertinggal atau di sela-sela gigi, dan ia tumbuh dengan sangat cepat. Jika Anda hanya menyikat gigi sekali sehari, plak dan bakteri menumpuk di mulut dan menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi, dan penyakit gusi," ujar Lee Gause, DDS, dari Smile Design Manhattan di New York.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apa yang terjadi ketika Anda tidak menyikat gigi? Bayangkan jutaan bakteri masuk tanpa izin di antara gigi dan gusi Anda. Setiap kali Anda makan makanan atau minuman dengan gula di dalamnya, dapat meninggalkan lapisan bakteri lengket yang disebut plak.
 
Bakteri dalam plak menciptakan asam yang menyerang email gigi. Sehingga akhirnya email itu rusak, menyebabkan lubang kecil pada gigi yang menyebabkan rongga pada gigi.
 
Tidak hanya sampai di situ, bakteri pada gigi sangat sulit dibasmi. Menyikat gigi saja hanya membersihkan 75 persen mulut Anda, sehingga masih ada sekitar jutaan kuman.
 
"Saya sarankan untuk menyikat gigi, flossing, dan menggunakan pembersih mulut sekitar dua kali sehari. Flossing dapat membantu menghilangkan partikel makanan yang tersisa. Sedangkan berkumur dengan obat kumur dapat membantu membersihkan daerah yang sulit dijangkau dan menghancurkan plak," papar Gause.
 
Selain gigi berlubang, menyikat gigi hanya sekali sehari dapat menyebabkan efek serius lainnya, termasuk gingivitis. Ini menyebabkan kerusakan pada gusi Anda, membuat gusi menjadi merah dan bengkak. Bahkan pendarahan yang mungkin terjadi ketika Anda menyikat gigi. Lalu seberapa sering sebaiknya menyikat gigi? Dr Gause coba menyarankan.
 
"Mungkin Anda tergoda untuk hanya menyikat gigi sekali sehari, terutama setelah seharian bekerja atau keluar malam, tetapi menyikat, membersihkan gigi, dan membilas harus menjadi bagian dari rutinitas yang dilakukan setiap pagi dan malam hari," tutup Gause.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif