Ilustrasi-Unsplash
Ilustrasi-Unsplash

Kenali Risiko Kanker Tenggorokan dan Pencegahannya

Rona kanker
Kumara Anggita • 03 Maret 2020 07:00
Jakarta: Banyak hal yang bisa meningkatkan risiko penyakit kanker, salah satunya makanan. Sering konsumsi ikan asin misalnya bisa meningkatkan peluang Anda terkena penyakit kanker nasofaring atau tenggorokan.
 
Merujuk pada Medco Group dan Yayasan Kanker Indonesia, penyakit ini merupakan keganasan dari tenggorokan. Kanker nasofaring merupakan salah satu dari lima kanker terbanyak di Indonesia. Di mana 60 persen kanker nasofaring terjadi pada usia produktif.
 
Kanker nasofaring berkaitan dengan etnis tertentu. Kasus ini banyak ditemukan pada orang yang tinggal di Tiongkok, Afrika bagian Utara, Asia tenggara, dan Alaska.

Faktor risiko

1. Pria berisiko 2-4 kali lebih besar mengalami kanker ini dibandingkan dengan perempuan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


2. Rata-rata terjadi pada udia 40-50 tahun.
 
3. Infeksi virus Epstein-Barr (EB) disebut salah satu terjadinya kanker ini. Kandungan nitrosamin pada ikan asin diketahui sebagai media yang baik untuk tunbuhbya virus EB.
 
4. Sosial ekonomi rendah. Asupan dan kualitas nutrisi yang rendah menjdi salah satu faktor.
 
5. Merokok dan polusi udara.
 
6. Polusi udara dari tempat kerja berisiko membuat seseorang mengalami kanker nasofaring. Seperti dari serbuk kayu dan zat kimia formaldehyde.

Gejala

-Pembesaran kelenjar di leher dekat teling
 
-Mimisan
 
-Sakit kepala
 
-Keluhan hidung : tersumbat, mimisan, bindeng
 
-Keluhan telinga : tuli sebelah, radang telinga tengah, telinga berdengung
 
-Pengelihatan ganda

Pencegahan

-Kurangi mengonsumsi ikan asin dan asinan sayuran.
 
-Untuk para pekerja pabrik pengelola kayu dan plastik diusahakan untuk mempunyai ventilasi yang baik begitu juga dengan di rumah.
 
-Melakukan pola dan gaya hidup sehat.

Cara deteksi dini

Untuk itu, lakukanlah deteksi sedini mungkin karena peluang Anda untuk sembuh dari penyakit ini akan semakin besar.
 
“Kalau menemukan kanker lebih dini angka harapan hidup akan lebih besar dari pada tahap lanjut,” jelas Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI),Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASIM, FACP.
 
Sebagian besar penderita kanker ini datang dalam stadium lanjut, sehingga sulit untuk ditangani. Mengenali gejala-gejala yang muncul adalah cara termudah untuk mendeteksinya.
 
Keluhan pilek berkepanjangan, mimisan, atau benjolan yang semakin membesar harus dicurigai adanya kemungkinan penyakit ini. Konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami keluhan.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif