(Ilustrasi) Tetap berpikir positif dan melakukan afirmasi sembari mengatur napas dapat mengurangi rasa cemas. Dok Medcom
(Ilustrasi) Tetap berpikir positif dan melakukan afirmasi sembari mengatur napas dapat mengurangi rasa cemas. Dok Medcom

Selamat Pagi Indonesia

Terapi Afirmasi, Trik Sehat Jiwa saat Isoman

Rona Virus Korona tips kesehatan kesehatan mental covid-19 isolasi virus korona Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 pandemi covid-19 Selamat Pagi Indonesia
MetroTV • 19 Juli 2021 14:27
Jakarta: Guncangan pandemi covid-19 tengah dirasakan seluruh elemen masyarakat. Tak sedikit para pasien isolasi mandiri (isoman) mengalami berbagai tekanan yang dapat berpengaruh kesehatan mental.
 
“Selama isolasi mandiri 10 harian, yang saya rasakan gelisah, stres, overthinking, dan sesak napas yang berlebihan,” ujar pasien isolasi Mandiri, Septian Yusup, dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV pada Senin, 19 Juli 2021
 
Brain Base Coaching, Lanny Kuswandi, menegaskan terapi afirmasi dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang sedang mengalami gangguan kecemasan akibat terdampak pandemi covid-19. Termasuk pasien isolasi mandiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini serangkaian kalimat penegasan yang ditujukan untuk memengaruhi pikiran sadar dan bawah sadar. Nanti berpengaruh pada perilaku, pola pikir, kebiasaan, dan kesehatan,” kata Lanny dalam tayangan yang sama
 
Pasien isoman disebut dapat melakukan terapi afirmasi guna mengurangi rasa cemas dan tetap berpikiran positif. Lanny menegaskan ketenangan menjadi kunci utama dalam berafirmasi saat sedang terpapar covid-19.
 
“Atur napas, ketika kita gelisah biasanya napas kita akan cepat dan dangkal. Lalu cepat-cepat alihkan ke napas perut. Jadi saat inhale dan exhale perut kita kembangkan dan kemudian kempiskan,” jelas Lanny
 
Lanny menyatakan ketika melakukan terapi afirmasi dari otak sampai telapak kaki harus rileks. Ia mengingatkan untuk memberi hadiah dan menciptakan momen bahagia di diri sendiri saat berafirmasi.
 
“Jangan menggunakan kata ‘tidak’ atau ‘jangan’. Lakukan dengan sepenuh hati dan diulang-ulang. Pengulangan ini sangat penting, paling tidak 5-10 kali dalam sehari,” tutur Lanny. (Nadia Ayu)
 
(SUR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif