Mengobati Menopause dengan Terapi Perilaku Kognitif (Foto: istock)
Mengobati Menopause dengan Terapi Perilaku Kognitif (Foto: istock)

Mengobati Menopause dengan Terapi Perilaku Kognitif

Rona menopause
Dhaifurrakhman Abas • 01 Juni 2019 17:37
Jakarta: Terapi hormon mungkin merupakan obat paling mujarab untuk mengatasi permasalahan menopause. Namun, tampaknya terapi perilaku kognitif tak kalah ampuh membantu mengobati beberapa gejala menopause.
 
Hal ini ditunjukkan oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The North American Menopause Society (NAMS). Meski hanya sebagai pengobatan alternatif yang bersifat nonfarmakologis, terapi perilaku kognitif telah diusulkan sebagai pengobatan untuk hot flashes.
 
Seperti diketahui, hot flashes merupakan perubahan sirkulasi hormon reproduksi yang terjadi di tubuh perempuan menopause. Perubahan hormon membuat pembuluh darah di dekat permukaan kulit melebar dan menyemburkan rasa panas di leher, dada dan wajah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa perempuan bahkan mengaku hot flashes membuat mereka sukar tertidur pulas. Hal ini berujung pada meningkatnya rasa depresi yang menjadi-jadi, sehubungan dengan gejala hot flashes yang bisa terjadi hingga bertahun-tahun.
 
Ketika gejala itu datang, boleh dikata, terapi hormon jadi satu-satunya pilihan. Namun, kontroversi mengenai dampak buruk HT juga mendorong beberapa perempuan mencari pilihan pengobatan lain. Pasalnya, terapi hormon disebut bisa menyebabkan pembekuan darah, kanker payudara endometrium, dan peradangan kandung empedu.
 
Dari segenap rasa kekhawatiran itu, terapi perilaku kognitif datang membawa opsi baru. Ini merupakan jenis psikoterapi yang mengajarkan pasien bagaimana memodifikasi emosi, perilaku, dan pikiran yang disfungsional serta mengembangkan strategi koping pribadi.
 
Terapi ini akan mendapatkan efek baiknya ketika dilakukan setidaknya 3 bulan pasca perawatan. Meskipun hanya didukung oleh sedikit jumlah penelitian, namun terapi ini dianggap telah meletakkan dasar penelitian masa depan.
 
Penelitian ini merupakan studi pertama yang berfokus pada bagaimana ilmu psikologis mampu berperan menangkal gejala menopause. Hal ini menjadi batu loncatan pada penelitian masa depan, lantaran dianggap bisa menyelamatkan jutaan perempuan penderita menopause.
 
Meskipun pada penelitian tersebut, terapi perilaku kognitif hanya efektif menangkal gejala hot flash pada perempuan menopause. Terapi ini belum terbukti jitu menangkal menopause lainnya. Meski begitu ada anggapab bahwa terapi mampu meringankan depresi, gangguan tidur, masalah seksual, dan gejala kecemasaan lain yang biasa timbul ketika masa menopause itu datang.
 
 
 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif