Ilustrasi. (Foto: Pexels)
Ilustrasi. (Foto: Pexels)

Pencegahan Penularan Hepatitis B dari Ibu ke Anak

Rona kesehatan
Kumara Anggita • 29 Juli 2020 16:03
Jakarta: Saat ini Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah pasien hepatitis yang tinggi. Menurut data Riskesdas 2013, ada sekitar 18 juta penduduk terinfeksi Hepatitis B. Sebanyak 9 juta dari mereka bahkan penyakitnya berkembang menjadi kronis (50%) dan 900.000 berlanjut menjadi sirosis dan kanker hati.
 
Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes mengatakan, salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini dengan melakukan pencegahan dari ibu ke anak. 
 
Ia menjelaskan bahwa pencegajan penularan Hepatitis B dari Ibu ke anak di Indonesia antara lain:

Pemberian Tenofovir pada bumil dengan VL tinggi

Ibu hamil reaktif HBsAg akan langsung dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

HBIg

HBIg diberikan kepada bayi lahir dari ibu reaktif HBsAg.

Pemeriksaan pada ibu hamil, ANC, dan pemantauan bayi

Semua ibu hamil harus melakukan ANC terpadu dan DDHB serta bayinya dilakukan pemantauan.

Pemberian HB0 untuk mengurangi transmisidari ibu ke bayi

Pemberian HB0 <24 jam diberikan wajib kepada semua bayi baru lahir

Pemberian Imunisasi Hepatitis B (3 dosis) untuk mengurangi insiden

Imunisasi wajib hepatitis B (3 dosis) diberikan kepada semua bayi

Lima upaya yang sudah dilakukan untuk mengurangi pasien hepatitis di indonesia.

1. Pemberian imunisasi hepatitis B (3 dosis) sudah menjadi program wajib imunisasi dasar secara nasional dan harus diberikan kepada semua bayi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


2. Pemberian HB 0 <24 jam juga sudah menjadi program wajib imunisasi dasar secara nasional yang harus diberikan kepada semua bayi lahir dalam waktu <24 jam. Pada tahun 2019 sudah sebanyak 4.502.342 (94,5%) yang sudah mendapatkannya.
 
3. Ibu hamil wajib untuk melakukan ANC terpadu, dimana salah satunya yaitu melakukan pemeriksaan deteksi dini hepatitis B serta dilakukan tindak lanjut serta pemantauan bayinya. Bayi yang lahir dari ibu reaktif HBsAg pada usia 9-12 bulan harus dilakukan pemeriksaan HBsAG untuk memastikan statusnya. Sebanyak 3.958 bayi sudah mendapatkannya.
 
4. Pemberian HBIg <24 jam diberikan pada bayi lahir dari ibu reaktif HBsAg. Sebanyak 27.040 bayi pada Tahun 2019 telah mendapatkannya.
 
5. Tindak lanjut ibu hamil yang reaktif HBsAg yaitu setiap ibu hamil yang reaktif HBsAg harus dirujuk untuk mendapatkan tindak lanjut.
 

 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif