Meskipun orang tua si anak tidak merokok, risiko pneumonia tetap ada. Sebab, ketika Anda tidak merokok namun bertemu dengan orang yang merokok, asap rokok tersebut membekas di kain dan tubuh Anda. (Ilustrasi/Pexels)
Meskipun orang tua si anak tidak merokok, risiko pneumonia tetap ada. Sebab, ketika Anda tidak merokok namun bertemu dengan orang yang merokok, asap rokok tersebut membekas di kain dan tubuh Anda. (Ilustrasi/Pexels)

Cara Orang Tua Cegah Pneumonia pada Anak

Rona pneumonia
Sunnaholomi Halakrispen • 17 Januari 2020 17:05
Jakarta: Salah satu penyebab pneumonia ialah terpaparnya asap yang mengandung zat berbahaya bagi pernapasan di kecil. Namun, ada cara dalam mencegah pneumonia, agar anak tetap bisa beraktivitas.
 
"Ya berhenti merokok orang tuanya. Jadi pajanan asap rokok itu kan tiga layer, maksudnya pertama kalau perokok aktif dia sedot dia kena sendiri," ujar dr. Mayung Sambo Sp.A(K) selaku sekretaris Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan.
 
Ia menjelaskan, ketika menghembuskan asap rokok, akan tercipta pajanan kedua dan ketiga. Istilah lainnya adalah secondhand exposure.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secondhand exposure tersebut ialah asapnya dihembuskan, maka ke mana-mana, dan orang yang terpapar asap rokok menjadi perokok pasif. Akan tetapi, sebenarnya setelah dihembuskan itu masih ada sisa dari hasil merokok itu.
 
Selanjutnya, meskipun orang tua si anak tidak merokok, risikonya tetap ada. Sebab, ketika Anda tidak merokok namun bertemu dengan orang yang merokok, asap rokok tersebut membekas di kain dan tubuh Anda.
 
"Menempel di mulutnya, di kulitnya, di bajunya. Sama juga dengan orang-orang perokok pasif. Kalau dihembus menempel juga di baju, dia pulang, dia gendong anaknya, dia cium. Asapnya nempel, kena ke anak," paparnya.
 
dr. Mayung menekankan bahwa membersihkan diri sebelum menggendong atau mencium anak, merupakan keharusan. Tak hanya menjadikan bersih diri sendiri, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh anak.
 
"Karena anak-anak dan bayi adalah kelompok usia yang sangat rentan terkena exposure. Mereka enggak ngapa-ngapainin, enggak merokok, enggak dekat orang merokok, tiba-tiba terkena pneumonia ya dari situ," pungkasnya.
 
Dari IDAI, kata dr. Mayung, jika ingin berjuang untuk tumbuh kembang anak, konsisten dibutuhkan. Upaya paling optimal ialah berhenti merokok dan membersihkan tubuh selalu.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif