Manula Lebih Berisiko Terkena Kanker Usus
Ilustrasi. (Thinkstock)
Jakarta: Pada Senin, 22 Oktober 2018, artis senior Titi Qadarsih memberi kabar mengejutkan setelah vakum beberapa lama dari panggung hiburan. Bukan karena dirinya kembali membintangi film namun ia dikabarkan meninggal oleh keluarga akibat kanker usus.

Faktanya, kanker usus yang diderita Titi hingga ia mengembuskan nafas terakhir banyak diderita oleh mereka yang lanjut usia. Kebanyakan, penyakit kanker diketahui setelah memasuki stadium lanjut.

"Memang kanker usus kebanyakan dialami orang usia lanjut. Tapi tidak menutup kemungkinan juga menyerang usia muda," ujar Dokter Onkologi Medik Nadia Ayu Mulansari dalam Newsline Metro TV, Kamis, 25 Oktober 2018.


Nadia mengatakan pada prinsipnya kanker usus termasuk jenis kanker yang bisa dideteksi. Namun mayoritas penderita tidak menyadari bahwa dirinya terkena kanker lantaran terkadang hampir tanpa gejala.

Salah satu faktor seseorang terkena kanker usus, kata Nadia, adalah gaya hidup, misalnya gemar makan daging merah yang dibakar di atas bara. Tipe makanan tersebut meski mengandung protein tinggi namun pertemuan antara daging merah dengan arang dapat memicu zat karsinogenik penyebab kanker. 

"Kalau dibuat sup tidak masalah yang penting pengolahannya. Tidak dibakar, tidak dimasak dalam suhu atau temperatur tinggi, dan intensitas konsumsinya jangan terlalu sering," kata dia.

Ia menambahkan faktor lain yang bisa memicu kanker adalah keturunan atau gen. Seseorang yang lahir dari orang tua pengidap kanker baik dari pihak ibu maupun bapak dua kali lipat lebih berisiko terkena kanker. 

Karena kanker usus lebih banyak menyerang orang lanjut usia, Nadia menyarankan mereka yang berisiko tinggi terkena kanker agar memeriksakan diri di usia 50 tahun. 

"Kalau ibu atau bapaknya memiliki riwayat kanker, pemeriksaannya naik satu level di atasnya dan screening-nya harus lebih ketat," jelasnya.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id