NEWSTICKER
Asam lambung pada bayi umumnya menghilang seiring bertambahnya usia. (Ilustrasi/Pexels)
Asam lambung pada bayi umumnya menghilang seiring bertambahnya usia. (Ilustrasi/Pexels)

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Asam Lambung pada Bayi

Rona bayi
Anda Nurlaila • 26 Februari 2020 15:00
Jakarta: Bayi yang sering muntah setelah makan disebabkan sistem pencernaan yang belum sepenuhnya berkembang. Asam lambung pada bayi umumnya menghilang seiring bertambahnya usia.
 
Namun pada sebagian bayi gejala refluks asam ekstrem dapat mengarah ke masalah lain, seperti penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Refluks asam sering terjadi pada bayi sehat sehingga tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika mengganggu saat menyusu.

Tanda-tanda Refluks Asam pada Bayi

Seperti dimuat dalam Parents, ada beberapa gejala refluks asam pada bayi:

Gumoh dan muntah.

Meskipun semua bayi muntah setelah makan, bayi dengan refluks asam lebih sering mengalaminya.

Lebih sulit menyusu. Refluks menyebabkan iritasi pada kerongkongan yang membuat mulas dan bayi menyusu atau makan tidak normal. Bayi mungkin akan melengkungkan punggungnya dan menarik diri dari puting susu saat menyusui.

Rewel.

Bayi dengan refluks lebih lekas terganggu atau rewel bahkan setelah menyusu.

Masalah pernapasan. Bayi dengan refluks dapat mengalami batuk, mengi, dan mengalami hidung mampet saat asam lambung masuk ke saluran udara bagian atas. Gejala-gejala ini dapat memburuk ketika si kecil berbaring telentang.
 
Cegukan. Cegukan dan sendawa lebih banyak dialami mereka dengan refluks asam. Hal ini disebabkan udara berlebih di perut dan iritasi kerongkongan.

Kapan Refluks Asam Hilang?

Dokter anak Alan Greene mengatakan usia puncak untuk refluks asam sekitar empat bulan, dan pada sebagian besar bayi setelah melewati usia 7 bulan. Saat itulah otot sfingter esofagus berkembang cukup baik untuk menutup dengan benar. Bayi berusia di atas 18 bulan jarang mengalami refluks.

Apakah Refluks Gastroesofageal GERD?

Jika bayi mengalami refluks asam parah, ia mungkin menderita penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Terutama jika gejalanya berlangsung selama 12 hingga 14 bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain gejala-gejala di atas, tanda-tanda GERD lainnya termasuk sulit menambah berat badan, sulit tidur, sering muntah, dan masalah pernapasan seperti pneumonia berulang atau mengi. Beberapa bayi dengan GERD juga dapat menunjukkan gejala kolik, yakni tangisan tanpa sebab lebih dari tiga jam sehari dan lebih dari tiga hari per minggu. Segera konsultasikan ke dokter jika mencurigai adanya GERD.

Obat Alami untuk Asam Lambung pada Bayi

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda refluks asam, ada beberapa obat alami untuk masalah pencernaan ini.
 
Menyusui jika memungkinkan. Menyusui paling baik untuk bayi dengan refluks, karena bayi mencerna susu dua kali lebih cepat dari susu formula. Jika menggunakan susu formula, diskusikan susu formula apa yang terbaik untuk bayi Anda. Opsi sufor hipoalergenik atau bebas laktosa kadang-kadang dapat membantu meringankan gejala.
 
Jaga bayi tetap tegak selama dan setelah menyusui setidaknya selama 20 menit dapat mencegah makanan naik ke kerongkongan.
 
Sering menyusui dengan porsi lebih sedikit. Ini akan lebih mudah dicerna bayi dan mengurangi refluks karena ada lebih sedikit memuntahkan makanannya. Sebagian bayi dengan refluks, sementara lainnya rewel jika tidak makan hingga kenyang.
 
Sering bersendawa. Anda mungkin ingin berhenti memberi makan setiap dua atau tiga ons untuk menyendawakan bayi. Bersendawa akan melepaskan gas dan meredakan gejala refluks.
 
Tunda waktu bermain setelah makan. Hindari mengangkat atau memantulkan bayi setelah makan. Gerakan itu meningkatkan kemungkinan gumoh atau muntah.
 
Hindari popok dan pakaian ketat. Benda-benda ketat bisa menambah tekanan pada perut bayi dan membuatnya sangat mudah marah.
 
Ubah diet Anda. Beberapa makanan, seperti produk susu atau sayuran yang merangsang gas seperti kol, dapat meningkatkan refluks. Pertimbangkan untuk menghilangkan makanan ini dari diet Anda jika menyusui.
 
Periksa ukuran dot. Bayi yang diberi susu botol dapat menelan terlalu banyak udara jika lubang dot terlalu kecil atau besar.
 
Kentalkan ASI bayi Anda. Beberapa dokter anak merekomendasikan untuk menambahkan sereal beras ke dalam susu formula atau susu formula agar lebih mudah dicerna. Ini juga akan memperlambat asupan bayi Anda. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mencoba metode ini, karena sereal beras menambah kalori ekstra.

Perawatan Medis untuk Refluks Asam

Pada kebanyakan kasus, refluks asam pada bayi akan hilang dengan obat alami. Namun, jika refluks bayi Anda tidak membaik atau semakin parah bicarakan dengan dokter anak Anda tentang obat resep untuk meredakan gejalanya.
 
Menurut Dr. Greene, biasanya obat hanya digunakan jika anak tidak tumbuh dengan baik, menderita batuk kronis atau kesulitan bernapas atau kesakitan.
 
Meskipun tidak ada obat yang benar-benar bebas dari efek samping, obat-obatan refluks seperti pereduksi asam, dan proton pro inhibitor cukup aman dan efektif. Tapi karena sebagian besar bayi mengalami peningkatan asam lambung sebelum ulang tahun pertama mereka, asupan obat tidak perlu terlalu lama.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif