Tidak semua perempuan menopause merasakan hal ini, hot flashes bisa terjadi dalam waktu yang cukup lama. (Foto Ilustrasi: Alexander Dummer/Pexels)
Tidak semua perempuan menopause merasakan hal ini, hot flashes bisa terjadi dalam waktu yang cukup lama. (Foto Ilustrasi: Alexander Dummer/Pexels)

Gejala Hot Flashes yang Menyerang Perempuan Menopause

Rona menopause
Dhaifurrakhman Abas • 02 Juni 2019 09:08
Hot flashes biasanya datang menjelang perempuan menopause. Tapi tak semua perempuan yang ingin menghadapi periode menopause mengalami kondisi ini.
 
Jakarta: Apakah Anda seorang perempuan dewasa yang sedang mengeluhkan rasa panas yang tetiba menjalar di area wajah, leher dan dada? Disusul warna wajah memerah, jantung berdebar kencang, dan keringat bercucuran.
 
Anehnya, Anda tidak sedang melakukan kegiatan fisik yang berat, ataupun sehabis menyeduh kopi. Tetap tenang. Siapa tahu itu pertanda Anda sedang mengalami gejala menopause dan perimenopause.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi tersebut paling umum disebut dengan Hot Flashes. Penyebab Hot Flashes belum diketahui secara pasti, namun beberapa ahli medis mengaitkan kondisi ini dengan perubahan sirkulasi hormon reproduksi di tubuh perempuan menopause.
 
Perubahan hormon membuat pembuluh darah di dekat permukaan kulit melebar dan menyemburkan rasa panas sampai membuat Anda merasakan kesemutan. Kondisi ini juga bisa amat mengganggu. Bisa membangunkan Anda dari tidur hingga kesulitan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
 
Meskipun tidak semua perempuan menopause merasakan hal ini, hot flashes bisa terjadi dalam waktu yang cukup lama. Beberapa perempuan mengaku merasakan gejala tersebut dalam waktu yang singkat. Sementara sisanya bisa merasakan Hot Flashes lebih dari tujuh tahun.
 
Lantas bagaimana cara mengatasi Hot Flashes? Melansir Web MD, belum ada cara paling tepat yang dapat Anda lakukan untuk menghindari Hot Flashes sekitar menopause. Tetapi Anda bisa menghindari pemicu yang mungkin membuatnya bisa terjadi sering atau lebih parah.
 
Anda bisa mulai menjauhkan diri dari perasaan stres, menghindari konsumsi kafein, alkohol, makanan pedas, dan pakaian ketat. Anda juga disarankan menghindari diri dari cuaca panas dan asap rokok yang juga bisa menjadi pemicu Hot Flashes.
 
Jika Hot Flashes menyebabkan masalah bagi Anda, segera hubungi dokter. Biasanya, dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan terapi penggantian hormon, atau HRT, dalam waktu yang terbatas. Kira-kira kurang dari lima tahun.
 
Selain mencegah Hot Flashes, terapi ini dapat membantu Anda terhindar dari gejala menopause lainnya. Termasuk kekeringan pada vagina dan gangguan mood.
 
Namun, ada baiknya Anda turut mengetahui efek dari terapi HRT. Misalnya, saat Anda berhenti menggunakan HRT, Hot Flash mungkin kembali. Selain itu, terapi HRT jangka pendek dapat membuat Anda lebih mungkin mengalami pembekuan darah, kanker payudara, dan endometrium, hingga peradangan kandung empedu.
 
Pemenuhan Nutrisi Cegah Faktor "U"

 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif